<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405</id><updated>2011-10-11T18:49:03.102+07:00</updated><category term='Info'/><category term='Artikel'/><category term='Kesehatan'/><category term='Pendidikan'/><category term='Dunia Anak'/><category term='Tafsir'/><category term='Sholawat'/><category term='Resep Masakan'/><title type='text'>Arini NH Blog</title><subtitle type='html'>Media Sharing Untuk Mengungkapkan Gagasan Atau Ide Tentang Religi, Education, Bimbingan Keagamaan, Penyuluhan, Dunia Anak, Pembinaan Ummat Dll</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-2782875271562133557</id><published>2011-01-25T21:02:00.001+07:00</published><updated>2011-01-25T21:07:45.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>ORANG YANG BERIMAN ITU MEMILIKI RASA KEINDAHAN TERHADAP ALAM DAN KEHIDUPAN</title><content type='html'>Sesungguhnya orang yang berkeliling di taman Al Qur'an      akan bisa melihat dengan jelas bahwa sesungguhnya Al Qur'an      itu ingin menanamkan di dalam fikiran setiap mukmin dan di      dalam hatinya rasa keindahan yang terbentang di seluruh      penjuru dunia, baik dari atas, dari bawah maupun dari      sekelilingnya. Baik di langit, di bumi, pada      tumbuh-tumbuhan, hewan dan pada manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Di dalam melihat keindahan langit kita bisa membaca firman      Allah SWT berikut :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Maka apakah mereka tidak melihat akan langit      yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikan dan      menghiasinya, dan langit itu tidak mempunyai retak-retak      sedikit pun." (Qaaf: 6)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan      bintang-bintang (di langit) dan kami telah menghiasi itu      bagi orang-orang yang memandangnya." (Al Hijr: 16)&lt;/blockquote&gt;Dan di dalam melihat keindahan bumi dan      tumbuh-tumbuhannya kita bisa membaca firman Allah SWT ini :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami      tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang      mata." (Qaaf: 7) &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;"Dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami      tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan      indah.." (Al Naml: 60)&lt;/blockquote&gt;Dalam melihat keindahan hewan bisa membaca firman      Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Dan kamu memperoleh pandangan yang indah      padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang, dan      ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan."      (An-Nahl: 6)&lt;/blockquote&gt;Dan dalam melihat keindahan manusia bisa membaca      firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Dia-lah (Allah) yang memberi rupa kamu      dengan sebaik-baik rupa." (At-Taghaabun: 3)&lt;br /&gt;"Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan      kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang, dalam      bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu."      (Al Infithar: 7-8)&lt;/blockquote&gt;Sesungguhnya seorang mukmin itu melihat bahwa tangan      Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu yang dia lihat di      alam yang indah ini. Dia melihat pula keindahan Allah di      dalam keindahan makhluq-Nya, dia melihat di dalamnya,      "Perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap      sesuatu." (An-Naml: 88) Yaitu Dia, "Yang memperbagus segala      sesuatu yang Dia ciptakan." (As-Sajadah: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka seorang mukmin harus senang melihat      keindahan yang ada di alam semesta ini, karena itu sebagai      refleksi dari keindahan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin juga mencintai keindahan, karena "Al      Jamil" merupakan salah satu asma Allah SWT dan sifatnya-Nya      yang mulia. Seorang mukmin juga mencintai keindahan, karena      Rabbnya mencintai yang indah, Allah itu indah dan mencintai      yang indah. (Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an &amp;amp; Sunnah (Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh) oleh Dr. Yusuf Qardhawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-2782875271562133557?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/2782875271562133557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2011/01/orang-yang-beriman-itu-memiliki-rasa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/2782875271562133557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/2782875271562133557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2011/01/orang-yang-beriman-itu-memiliki-rasa.html' title='ORANG YANG BERIMAN ITU MEMILIKI RASA KEINDAHAN TERHADAP ALAM DAN KEHIDUPAN'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-859004815682210338</id><published>2010-04-03T13:06:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T13:06:08.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Anak'/><title type='text'>Orangtua dan Anak, Jalin Komunikasi Seperti Teman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aanak Anda tumbuh semakin dewasa. Selain fisik, terjadi pula perubahan sifat yakni tidak mau membuka diri; artinya mereka tidak suka mengungkapkan masalahnya. Pada saat inilah diperlukan pendekatan khusus untuk tetap menjaga hubungan dengannya. Orangtua pun selayaknya beradaptasi dengan perubahan tersebut, untuk menyesuaikan dengan perkembangan anak. Sering kali orangtua melakukan kesalahan dalam membina hubungan dengan anak. Seperti dikatakan Direktur Penelitian Terapan bagi Perkembangan Remaja di Universitas Tufts Richard Lerner.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya, tidak sedikit orangtua yang melakukan pendekatan klasik kepada anaknya. Caranya tidak menggurui atau menyalahkan. Sebaiknya, orangtua bersikap layaknya teman mereka. Richard melanjutkan, membesarkan remaja dengan selalu mencekokinya dengan paradigma-paradigma negatif, malah berpeluang besar mereka akan terjatuh pada lubang yang semua orangtua takuti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut penelitian terbaru di Universitas Wake Forest, orangtua yang selalu mengingatkan anaknya untuk tidak terlibat pada tindakan berisiko, dilaporkan setahun kemudian malah mendapati remaja mereka terlibat pada tindakan tersebut. Maka itu, Richard meminta para orangtua untuk memfokuskan diri pada hobi dan minat yang dimiliki anak-anak mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Meskipun Anda tidak mengerti hobi yang mereka jalani, dengan demikian Anda dapat membuka jalan untuk berkomunikasi dengan berhubungan dengan dunianya,” kata dia. Hal ini, tukasnya, dapat membawa kembali hubungan hangat antara orangtua dan anak. Orangtua sekaligus dapat mempelajari hal-hal baru seputar hobi dan minat yang tengah digemari anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang, untuk membesarkan anak di tengah perkembangan global seperti sekarang ini, dibutuhkan strategi tertentu. Banyak pula orangtua yang akhirnya berpaling pada buku parenting atau pola pengasuhan anak, dibandingkan menggunakan insting mereka dalam menghadapi buah hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Ada orangtua yang selalu mengikuti apa yang disarankan buku parenting, mereka lebih mengandalkan buku tersebut ketimbang mempercayai naluri mereka sebagai orangtua,” ujar Robert Evans EdD selaku Direktur Eksekutif Pelayanan Hubungan Manusia, sekaligus penulis buku "Family Matters: How Schools Can Coper With The Crisis in Child Rearing".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Richard, hal ini tidaklah baik. Buku parenting bisa menjadi masalah ketika orangtua mengganti kemampuan mereka sendiri dalam mengasuh anak dan menjadikan buku tersebut sebagai semacam kitab suci. Orangtua seharusnya hanya menggunakan buku ataupun artikel semacam ini, untuk mendapatkan perspektif mengenai tindakan anak yang mungkin membingungkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, luangkan waktu ekstra untuk berbicara dengan pasangan ataupun anak, guna mendapatkan titik terang mengenai apa yang paling penting dalam kehidupan keluarga Anda. Berbicara dari hati ke hati, dan terus menjalani komunikasi di antara anggota keluarga, menjadikan hubungan anak dan orangtua pun semakin tidak berjarak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesalahan lain yang kerap dilakukan orangtua adalah terlalu sering meributi hal-hal yang kecil. Misalnya orangtua tidak suka pada tatanan rambut anak yang mengikuti mode yang tengah in, atau tidak menyukai pilihan pakaian atau sepatunya. Banyak juga orangtua yang terang-terangan mengaku kecewa di hadapan anak jika dia gagal berprestasi dalam satu bidang, meskipun sang anak telah mengerahkan segenap kemampuan. Mungkin Anda pun salah satu orangtua yang bersikap demikian. Tidak ingin melihat anak mengalami kegagalan dalam sekolahnya misalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Menjaga anak terhadap realita kehidupan yang nyata, membuat dia kehilangan kesempatan untuk merasakan kegagalan atau mempelajari kesalahan, maupun mengambil kesempatan yang mungkin datang di lain waktu,” ujar Richard.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biarkan saja anak merasakan pahitnya kegagalan, dan di lain waktu menikmati manisnya keberhasilan dan kerja keras. Dengan begitu, dia baru merasakan warna-warna kehidupan dan menarik hikmah dari pengalamannya. Nah,hal yang kecil diributkan, sementara justru masalah besar yang perlu mendapat perhatian lebih sering diabaikan. Jika mencurigai anak menggunakan narkoba atau menyentuh minuman keras, Anda jangan menutup mata dan berpikir ”ah anak saya tidak mungkin berbuat itu. Dia anak baik kok,”. Penyangkalan semacam ini bisa jadi membuat anak malah makin tidak terkontrol dan terjerumus lebih dalam lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Orangtua harus sigap bertindak manakala mereka mencurigai anaknya melakukan tindakan menyimpang,” tutur Amelia M Arria PhDhD,Direktur Pusat Kesehatan dan Perkembangan Remaja pada Universitas Maryland, Sekolah Kesehatan Masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rentang usia antara 13–18 tahun merupakan waktu yang tepat bagi orangtua untuk terus mengikuti perkembangan anak. Hal ini tentunya dilandasi pada pengalaman orang tua sendiri sewaktu muda dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Hanya, risiko anak zaman kini lebih besar dibandingkan zaman dulu,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Narkotik tersedia dalam jumlah dan jenis yang lebih banyak sekarang, termasuk obat-obatan baik yang legal ataupun ilegal. Ambil contoh obat batuk dengan kandungan DXM (dextromethorphan). Obat ini telah menjadi pilihan obat baru bagi remaja dan mudah didapat. Penelitian menunjukkan, antara 7–10 persen remaja di Amerika Serikat dilaporkan menggunakan obat ini untuk ”fly”. Meski aman dikonsumsi sesuai petunjuk yang berlaku, DXM dapat membuat orang bersangkutan berhalusinasi jika dikonsumsi secara berlebihan, serta membuat jantung berdebar kencang, tidak sadarkan diri, sakit perut, hingga muntah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amelia menyarankan orangtua untuk selalu mengawasi perubahan dalam diri anak, seperti penampilan, prestasi, kinerja, dan teman sepermainan yang baru. Dan jika suatu saat menemui botol obat batuk di tasnya, ataupun pil, pipa kecil, atau korek api, maka bertindaklah karena bisa saja dia terlibat dalam obat-obatan terlarang. &lt;span style="color: #d9d2e9;"&gt;referensi : okezone.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-859004815682210338?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/859004815682210338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2010/04/orangtua-dan-anak-jalin-komunikasi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/859004815682210338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/859004815682210338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2010/04/orangtua-dan-anak-jalin-komunikasi.html' title='Orangtua dan Anak, Jalin Komunikasi Seperti Teman'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-6094680912208052606</id><published>2010-03-28T12:34:00.001+07:00</published><updated>2010-03-28T12:36:36.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Enak dan Lezat tapi Bisa Membuat Wanita Tidak Subur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda seorang wanita yang tengah menanti sang buah hati, ada baiknya mulai membatasi makanan olahan yang kaya kandungan lemak trans, seperti biskuit, cake atau pie. Penelitian mengungkap, wanita yang sering mengonsumsi makanan jenis itu cenderung mengalami kondisi rahim yang cenderung tidak subur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lemak trans sebenarnya merupakan jenis asam lemak yang dapat ditemukan secara alami pada beberapa jenis makanan, seperti daging sapi, susu, dan mentega. Namun, kebanyakan lemak trans yang masuk ke dalam tubuh dari makanan sehari-hari bukan berasal dari bahan-bahan alami ini. Trans fat yang banyak dikonsumsi merupakan trans fat yang terbentuk dari proses pengolahan, yaitu proses hidrogenasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses hidrogenasi merupakan proses pengubahan asam lemak tidak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Asam lemak tidak jenuh banyak ditemukan pada bahan-bahan nabati, seperti minyak sayur, sedangkan asam lemak jenuh banyak ditemukan pada bahan-bahan hewani seperti margarin dan butter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jadi semua makanan yang salah satu bahannya adalah margarin mengandung lemak trans seperti biskuit, kue-kue kering, kue cake, roti, serta berbagai camilan seperti potato chips, corn chips dan pop corn.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian menemukan, wanita dengan konsumsi tertinggi lemak trans, 48 persen cenderung mengalami endometriosis dibandingkan yang konsumsinya rendah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, mengonsumsi pola makan yang tinggi kandungan asam lemak omega 3 yang bisa ditemukan dalam minyak ikan, tampaknya mampu melindungi kelainan dalam rahim seperti para partisipan yang mengalami penurunan risiko hingga 22 persen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu contoh produk yang mengalami proses ini yaitu margarin. Jadi semua makanan yang salah satu bahannya adalah margarin mengandung lemak trans seperti biskuit, kue-kue kering, kue cake, roti, potato chips, corn chips, pop corn, martabak, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Endometriosis tampak dialami satu dari sepuluh wanita, yaitu ketika lapisan dari rahim tumbuh di tempat yang tidak seharusnya. Hal itu dapat tidak terasa sama sekali atau mengakibatkan rasa sakit yang parah hingga dampak ketidaksuburan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian itu melibatkan 70.000 wanita di Amerika, yang merupakan salah satu penelitian terbesar yang mempelajari antara pola makan dengan endometriosis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kesimpulannya, studi itu mengaanggap lemak trans dapat menimbulkan peradangan dalam tubuh sehingga memicu sel merah dari lapisan rahim tumbuh di bagian tubuh yang tidak seharusnya, sementara asam lemak omega-3 bisa menekan pertumbuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin penelitian dari Harvad Medical School,  Dr. Stacey Missmer mengatakan, penelitian itu memberikan indikasi kuat bahwa mereka sudah bisa mengidentifikasi makanan kaya kandungan asam lemak omega-3 dapat melindungi dari endometriosis dan lemak trans memiliki efek yang merusak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para wanita dalam studi tersebut diminta untuk menjawab pertanyaan setiap empat tahun antara tahun 1989-2001 dan menghitung seberapa banyak wanita yang terkena endometriosis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasilnya, lemak totak dakan pola makan tidak terlalu berpengaruh, namun jenis dari lemak yang dikonsumsi terkait dengan risiko endometriosis. Lemak trans juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. &lt;span style="background-color: white; color: #999999;"&gt;Sumber : www.republika.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-6094680912208052606?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/6094680912208052606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2010/03/enak-dan-lezat-tapi-bisa-membuat-wanita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/6094680912208052606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/6094680912208052606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2010/03/enak-dan-lezat-tapi-bisa-membuat-wanita.html' title='Enak dan Lezat tapi Bisa Membuat Wanita Tidak Subur'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-3402015960010260520</id><published>2009-09-14T22:06:00.000+07:00</published><updated>2009-09-14T22:06:57.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Kontribusi Perempuan di Pemerintah Minim</title><content type='html'>&lt;div class="" id="detail_news_text" style="text-align: justify;"&gt;     &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/images/news/2009/08/20090812142140.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/08/20090812142140.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;JAKARTA-- Kontribusi perempuan di pemerintahan atau eksekutif masih sangat kecil. Hal itu terungkap dari data yang disampaikan Ani Soetjipto dalam Seminar yang bertajuk "Women, Leadership and development in Muslim Communities of southeast Asia: Strategies, Opportunities and Challenges" di Jakarta, Rabu (12/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani mencontohkan, dalam tubuh pemerintahan tahun 2004 hingga 2009, jumlah menteri perempuan hanya tiga dari 36 menteri atau hanya 8,3 persen. Sementara, gubernur hanya satu dari 33 gubernur yang ada atau 3 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang menjadi kepala daerah tingkat dua, hanya delapan dari 440 kepala daerah di seluruh Indonesia, atau 1,8 persen. Kemudian, wakil kepala daerah tingkat dua, hanya 18 orang dari 440 wakil kepala daerah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Ani, untuk memperkokoh peranserta atau kontribusi perempuan di berbagai bidang, termasuk di pemerintahan, ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan. Antara lain yaitu memperkuat peranan perempuan melalui berbagai kebijakan peraturan perundangan, memperkuat komitmen politik pada kepemimpinan di level atas.&lt;strong&gt; (osa/rin)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-3402015960010260520?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/3402015960010260520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/09/kontribusi-perempuan-di-pemerintah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/3402015960010260520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/3402015960010260520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/09/kontribusi-perempuan-di-pemerintah.html' title='Kontribusi Perempuan di Pemerintah Minim'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-815476437093766436</id><published>2009-09-13T22:01:00.000+07:00</published><updated>2009-09-14T22:33:56.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Ingin Anak Cerdas? Ajak Menggambar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/images/news/2009/08/20090814185910.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/08/20090814185910.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="image_detail" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;MUSIRON/REPUBLIKATINGKATKAN DAYA IMAJINASI: Saat menggambar sesuatu, akan terjadi proses berpikir mengenai objek yang hendak mereka gambar, sehingga daya imajinasi anak mulai timbul.&lt;/div&gt;&lt;div class="" id="detail_news_text" style="text-align: justify;"&gt;Membuat anak cerdas tak perlu mahal. Mengajarkan anak menggambar objek sesuai keinginan mereka dapat meningkatkan kecerdasan anak. "Menggambar sesuatu yang menarik bagi mereka sangat bagus bagi perkembangan intelektual anak," ujar psikolog dari Universitas Medan Area, Irna Minauli, MPsi di Medan, Jumat (14/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ketika anak menggambar sesuatu, akan terjadi proses berpikir mengenai objek yang hendak mereka gambar, sehingga daya imajinasi anak mulai timbul. Menggambar atau melukis mampu meningkatkan daya imajinasi anak, sehingga anak bisa leluasa mengekspresikan apa saja sesuai daya kemampuan dan daya ingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irna mengatakan, anak-anak memiliki daya imajinasi yang sangat luar biasa. Aktivitas manggambar mampu memancing daya ingat dan pengetahuan mereka secara terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menggambar juga mampu meningkatkan kepekaan anak terhadap lingkungan sosial. Bahkan dengan menggambar mereka dapat mengerti tentang konsep tata ruang (parsial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengajarkan menggambar, orang tua diharapkan tidak mendikte apa yang hendak dibuat anak karena dapat menghambat kreativitas mereka, termasuk terkait pemilihan warna. "Orang tua harus membiarkan anak melukiskan apa pun objek yang mereka imajinasikan, meski pun pada awalnya objek tersebut sama sekali tidak berstruktur," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang yang berbeda antara anak dan orang tua harus dipahami secara baik. Ini penting dipahami orang tua, karena, menurut Irna, sesuatu yang tidak perlu dipertanyakan justru bisa menjadi pertanyaan bagi seorang anak, ujarnya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru melukis di Taman Budaya Sumatera Utara, Retno, mengakui anak-anak cenderung menggambar objek yang terkadang menurut orang dewasa aneh. Sehingga memang perlu pendekatan khusus untuk mengarahkan anak agar dapat menggambar dengan baik.&lt;b&gt;ant/itz Republika Online. &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-815476437093766436?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/815476437093766436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/09/ingin-anak-cerdas-ajak-menggambar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/815476437093766436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/815476437093766436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/09/ingin-anak-cerdas-ajak-menggambar.html' title='Ingin Anak Cerdas? Ajak Menggambar'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-1073728392954012598</id><published>2009-08-07T03:07:00.002+07:00</published><updated>2009-08-07T03:10:05.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Masakan'/><title type='text'>Ikan Bakar Sambal Dabu-Dabu</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikan Bakar Sambal Dabu-Dabu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 ekor ikan tongkol berat 500 gr&lt;br /&gt;4 sdm air jeruk nipis dan 1 sdm garam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendaman:&lt;br /&gt;6 siung bawang putih, haluskan&lt;br /&gt;6 siung kemiri, sangrai, haluskan&lt;br /&gt;4 cm kunyit, bakar, haluskan&lt;br /&gt;1 sdm kaldu bubuk rasa ayam&lt;br /&gt;1/2 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk&lt;br /&gt;2 sdm minyak goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambal dabu-dabu:&lt;br /&gt;15 buah cabai rawit merah, iris tipis&lt;br /&gt;2 buah cabai merah besar, iris&lt;br /&gt;8 butir bawang merah, iris&lt;br /&gt;6 buah tomat sayur, iris&lt;br /&gt;4 sdm air jeruk nipis&lt;br /&gt;1/2 sdt garam&lt;br /&gt;2 sdm minyak goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MEMBUAT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Siangi ikan, buang isi perutnya, lalu cuci. Lumuri dengan air jeruk nipis dan&lt;/span&gt; garam, diamkan sebentar. Cuci bersih kembali, tiriskan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Rendaman: campur bawang putih, kemiri, kunyit, kaldu bubuk rasa ayam, garam, merica, dan minyak goreng. Lumuri ikan dengan bumbu rendaman lalu diamkan selama 30 menit. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Panggang ikan di atas bara api atau oven hingga matang, angkat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sambal dabu-dabu, campur semua bahan menjadi satu, aduk rata. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sajikan ikan bakar dengan sambal dabu-dabu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk: 4 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-1073728392954012598?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/1073728392954012598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/08/ikan-bakar-sambal-dabu-dabu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/1073728392954012598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/1073728392954012598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/08/ikan-bakar-sambal-dabu-dabu.html' title='Ikan Bakar Sambal Dabu-Dabu'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-8443684447516637851</id><published>2009-08-06T03:15:00.001+07:00</published><updated>2009-08-07T03:20:01.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Masakan'/><title type='text'>Nasi Uduk</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Membuat Nasi Uduk :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;300 gram beras putih &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;400 ml santan dari 1 butir kelapa &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2 buah bunga pala &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;6 biji cengkih &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;5 cm kayu manis &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1 biji pala memarkan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;3 cm lengkuas memarkan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2 batang serai memarkan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2 cm jahe memarkan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pelengkap :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;sambel kacang: 150 gram kacang tanah goreng, haluskan, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;10 cabai rawit merah, haluskan,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; 2 sdm cuka masak, garam dan bumbu penyedap secukupnya, didihkan hingga mengental. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bumbu kacang : 250 gram kacang tanah goreng dan haluskan 1 sdt garam dan 2 sdm gula &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;merah dan air sisa merebus ayam, didihkan hingga mengental. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bawang goreng &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;CARA MEMBUAT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Beras putih cuci bersih rendam selama 30 menit, tiriskan dan kukus selama 30 menit, angkat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sementara didihkan santan, masukkan bunga pala, cengkih, kayu manis, pala, lengkuas, serai dan jahe. Masak hingga santan harum saring. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Campur beras yang dikukus dengan santan panas tanpa api "ARON DARAT"  aduk rata hingga seluruh santan dihisap beras. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Kukus selama 30 menit hingga 1 jam, hingga nasi lunak, angkat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Sajikan hangat dengan sambel kacang, bawang goreng dan aneka gorengan ayam, empal, usus, tahu tempe dan sate udang. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk : 6 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-8443684447516637851?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/8443684447516637851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/08/nasi-uduk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/8443684447516637851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/8443684447516637851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/08/nasi-uduk.html' title='Nasi Uduk'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-7986198729305846857</id><published>2009-08-05T03:03:00.000+07:00</published><updated>2009-08-07T03:11:41.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Masakan'/><title type='text'>Selera "Santai Di Waroeng"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;KALIO AYAM :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;BAHAN: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1 ekor ayam, potong 8 bagian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1 sdt garam dan 1 sdm air jeruk nipis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1 lembar daun kunyit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;3 lembar daun jeruk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2 batang serai, memarkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2 cm lengkuas, memarkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1 liter santan dari 2 butir kelapa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Haluskan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;16 cabai merah besar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;12 butir bawang merah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;5 siung bawang putih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1 sdm ketumbar, sangrai &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2 cm jahe &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;3 cm kunyit, bakar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2 sdt garam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;CARA MEMBUAT: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Cuci bersih ayam, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan sebentar, &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;tiriskan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, masukkan daun kunyit, daun jeruk, &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;serai, dan lengkuas, masak sampai harum. Masukkan ayam, masak sampai ayam &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;berubah warna. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Masukkan santan, masak sampai ayam lunak, kuah mengental, dan berminyak, &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;angkat. Sajikan hangat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Catatan: bila ayam telah habis dan masih tersisa kuahnya, tambahkan potongan &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;nangka muda yang telah direbus, irisan kol, dan kacang panjang. Masak hingga &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;sayuran lunak. Sayur ini dikenal sebagai kapau. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ket :&lt;br /&gt;Untuk: 6 orang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-7986198729305846857?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/7986198729305846857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/08/selera-santai-di-waroeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/7986198729305846857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/7986198729305846857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/08/selera-santai-di-waroeng.html' title='Selera &quot;Santai Di Waroeng&quot;'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-4335147551401868300</id><published>2009-06-12T12:14:00.002+07:00</published><updated>2009-07-30T19:50:48.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Waspada Formalin pada Piring Melamin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjM19MSOoQI/AAAAAAAAAFc/8QY0xSLo0SQ/s1600-h/piring+melamin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjM19MSOoQI/AAAAAAAAAFc/8QY0xSLo0SQ/s200/piring+melamin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346676508004884738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;adan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat berhati-hati dalam menggunakan perangkat makan berbahan dasar melamin. Pasalnya, dalam kondisi tertentu perangkat tersebut dapat melepaskan formalin yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;"BPOM melakukan pengujian terhadap 62 peralatan makan dari melamin dan menemukan 30 diantaranya melepaskan formalin bila digunakan untuk mewadahi makanan yang berair atau berasa asam, terlebih dalam keadaan panas," kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Senin (1/6)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan, menurut hasil pengujian, kadar formalin yang lepas dari perangkat makan melamin kadarnya sangat bervariasi, dari satu bagian per juta (part per million/ppm) hingga 161 bagian per juta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Penggunaannya dalam jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan ginjal dan kandung kemih, gagal ginjal, kerusakan organ tubuh, kanker, hingga kematian," jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut data BPOM, alat makan melamin yang bila digunakan untuk mewadahi makanan berair, asam atau panas melepaskan formalin antara lain gelas dengan tulisan "VGS 4-05A Melamine Ware" dan "Sayota Melamine Ware" pada bagian bawah, sendok makan dengan tulisan "Made in China No.2117, sendok makan "Melamin Ware ADS 7007", sendok makan bertulisan "8057", sendok makan "Made in China", dan sendok makan "Zak Design China 04287."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu ada pula sendok nasi dengan cap "Melamine Ware", sendok sayur bercap "IM 508", garpu bercap "Huafeng No.204" serta mangkuk bertulisan "VGS 1-83", "Mei Shing Melamine 110581", "H.K Melamine No.889", "ADS-W07-2", "ADS W06-8B", "ADS T001", "Melamine Ware China", dan "Melamine Ware Estella Disney Made in China not for Microwave Use".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada juga piring dengan tulisan "Huamei No.2210P", "ADS P09-1", "Melamine Ware T109" dan "Mei Shing Melamine 109" serta sodet tanpa penanda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Husniah, alat makan melamin berbahaya yang sebagian besar impor dari Cina dan sebagian kecil produk lokal tersebut sulit dikenali secara kasat mata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Secara fisik kita tidak bisa membedakan perangkat melamin yang melepaskan melamin dan tidak, harus melalui pengujian laboratorium," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BPOM sendiri, kata Husniah, juga akan berkoordinasi dengan pejabat Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian untuk memastikan tidak ada lagi impor dan produksi perangkat makan melamin yang berisiko membahayakan kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Ini bukan kewenangan kita karena izin bukan kita yang keluarkan. Kita akan berkoordinasi dengan Departemen Perdagangan untuk menghentikan impor barang-barang ini dan dengan Departemen Perindustrian terkait alat yang diproduksi lokal," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Roland Hutapea menjelaskan, perangkat melamin tersebut dalam kondisi tertentu bisa melepaskan formalin karena tidak dibuat dengan proses dan teknologi yang baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Itu sudah ada standarnya, ada standar produksi perangkat berbahan melamin yang aman digunakan untuk tempat makanan, 'food grade' istilahnya," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Roland menambahkan, pihaknya berencana membahas penandaan keamanan perangkat makanan berbahan dasar melamin dengan pihak terkait untuk menjamin keamanan perangkat melamin yang beredar di pasaran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Husniah mengatakan, demi keamanan masyarakat bisa meminta informasi lebih lanjut mengenai produk melamin ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM melalui telepon ke nomor 021-426333/32199000 atau surat elektronik ke ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-4335147551401868300?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/4335147551401868300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/waspada-formalin-pada-piring-melamin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4335147551401868300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4335147551401868300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/waspada-formalin-pada-piring-melamin.html' title='Waspada Formalin pada Piring Melamin'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjM19MSOoQI/AAAAAAAAAFc/8QY0xSLo0SQ/s72-c/piring+melamin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-4062868799896950198</id><published>2009-06-10T12:10:00.000+07:00</published><updated>2009-06-13T12:22:04.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>3 Perguruan Tinggi di Indonesia Masuk Peringkat 100 Asia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Times Higher Education, lembaga pemeringkat universitas dunia telah merilis data terbaru mengenai peringkat 100 besar rangking Universitas di Asia. Dilaporkan, tiga perguruan tinggi (PT) di Indonesia masuk 100 besar di Asia, masing-masing Universitas Indonesia (UI) peringkat ke-50, Universitas Gajahmada (UGM) peringkat ke-63, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) peringkat ke-80.Peringkat ini mengungguli beberapa wakil negara-negara besar di Asia seperti Pusan University, Korsel (58); University of Delhi (60); Tokyo University of Science (67); dan Tokyo University of Agriculture and Tech (93).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Direktur Kantor Komunikasi UI, Devie Rahmawati dalam siaran persnya menyebutkan, saat ini tercatat ada 29 metodologi pemeringkatan universitas. Namun, sedikitnya ada tiga pemeringkatan yang memiliki reputasi internasional, yaitu Times Higher Education (THES), Sanghai Jiao Tong University, dan Webometrics. Melalui pemeringkatan, setiap universitas akan memiliki panduan obyektif untuk memetakan keunggulan dan kelemahan antar PT di seluruh dunia. Ini dimungkinkan karena peningkatan prestasi setiap tahun hanya dapat dilakukan bila secara konsisten memenuhi kriteria-kriteria penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THES melakukan evaluasi prestasi universitas di Asia menggunakan sembilan indikator. Pertama, mengukur kualitas penelitian (academic peer review) lewat survei di kalangan akademik. Indikator ini memiliki pembobotan senilai 30 persen. Kedua, rasio staf pengajar dan mahasiswanya (student faculty rasio) dengan bobot 20 persen. Ketiga, citations per paper, yaitu seberapa banyak penelitian universitas terkait dikutip (bobot 15 persen). Disusul employer review, sebuah survei untuk menguak informasi tentang kesiapan kerja lulusan (bobot 10 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator lainnya secara berturut-turut ialah papers per faculty (15 persen); inbound exchange students (2,5 persen); outbound exchange students (2,5 persen); international students (2,5 persen), dan International Faculty (2,5 persen). Selain itu, terdapat lima bidang akademik yang menjadi subyek penilaian yaitu arts &amp;amp; humanities; engineering &amp;amp; IT; life sciences and biomedicine; natural sciences dan social sciences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UI, jelas Devie, berada di peringkat 18 besar Asia untuk kategori social sciences. Posisi ini menempatkan UI unggul di atas universitas-universitas dalam negeri sekaligus beberapa universitas negara Asia lain seperti Keio University, Jepang (19); University of the Philippines (22); Osaka University (24); Shanghai Jiao Tong University (32). Tercatatnya sebuah PT dalam pemeringkatan internasional merupakan  capaian strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Melalui upaya perbaikan sistematis untuk memenuhi paramater pemeringkatan tersebut, secara tidak langsung PT di Indonesia terus berbenah dalam mencapai kualitas akademik terbaik. "Dengan 'rangsangan' hasil pemeringkatan tersebut, besar harapan di masa datang negeri ini mampu menjadi episentrum pendidikan dari timur," tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-4062868799896950198?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/4062868799896950198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/3-perguruan-tinggi-di-indonesia-masuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4062868799896950198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4062868799896950198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/3-perguruan-tinggi-di-indonesia-masuk.html' title='3 Perguruan Tinggi di Indonesia Masuk Peringkat 100 Asia'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-2905228571014988618</id><published>2009-06-08T12:08:00.000+07:00</published><updated>2009-06-13T12:21:39.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>20 Universitas Top Asia 2009</title><content type='html'>&lt;p&gt;20 Universitas Top Asia 2009 versi Times Higher Education&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;University of Hong Kong&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Chinese University of Hong Kong &lt;/li&gt;&lt;li&gt;University of Tokyo, Japan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hong Kong University of Science and Technology&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kyoto University Japan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Osaka University Japan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaist - Korea Advanced Institute of Science, Korea South&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seoul National University Korea, South&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tokyo Institute of Technology Japan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;National University of Singapore (NUS) Singapore&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peking University China&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NagoyaUniversity Japan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;TohokuUniversity Japan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nanyang Technological University (NTU) Singapore&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kyushu University Japan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tsinghua University China&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pohang University of Science and Technol... Korea, South&lt;/li&gt;&lt;li&gt;CityUniversity of Hong Kong &lt;/li&gt;&lt;li&gt;University of Tsukuba, Japan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hokkaido University Japan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-2905228571014988618?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/2905228571014988618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/20-universitas-top-asia-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/2905228571014988618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/2905228571014988618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/20-universitas-top-asia-2009.html' title='20 Universitas Top Asia 2009'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-3617829526950971787</id><published>2009-06-06T12:00:00.000+07:00</published><updated>2009-06-13T12:21:10.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Anak'/><title type='text'>10 Cara Meningkatkan Cinta Anak Kepada Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjMzD_f3tiI/AAAAAAAAAFU/uMq_GjwRTfc/s1600-h/teropong.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjMzD_f3tiI/AAAAAAAAAFU/uMq_GjwRTfc/s200/teropong.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346673326296643106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di tengah kesibukan anak mengikuti berbagai pelajaran tambahan seperti les piano, les tari atau berbagai kegiatan bakat lainnya, apakah anak Anda memiliki waktu untuk lebih mengenal alam? Mengenalkan alam pada anak dapat meningkatkan kesadaran mereka akan kebesaran Allah SWT selain itu juga dapat memperkuat iman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kapan terakhir kali Anda mengajak anak pergi ke luar untuk menikmati suasana pegunungan atau pedesaan? Apakah anda pernah membuat ciptaan Allah SWT menjadi tampak lebih menarik bagi anak-anak? Berikut ada sepuluh saran agar anak lebih mencintai alam dan pencipta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Mengunjungi tanah pertanian. Kebanyakan kita tidak terlalu peduli bagaimana padi bisa menjadiberas. Makanan yang terhidang di meja saji lah yang justrumenghampiri kita melewati bermil-mil perjalanan. Anak-anak hanya bisa membayangkan bagaimana jeruk berbuah di pohon atau ayam mengerami telurnya. Sayang sekali anak-anak tidak melihat tanaman tumbuh dan sapi memakan rumput, mereka tidak bisa memahami keajaiban dan keberkahan makanan. Bagaimana anak dapat melihat kebesaran Allah SWT jika mereka belum pernah melihat tanaman tumbuh dan memproduksi makanan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengunjungi tempat pembuangan sampah. Kita seringkali melemparkan sesuatu ke dalam tong sampah tanpa berpikir kemana sampah-sampah itu dibawa atau apa yang akan terjadiseterusnya.  Ajaklah anak mengunjungi tempat akhir pembuangan sampah. Sebutkan juga beberapa tempat akhir pembuangan sampah. Anak-anak Anda mungkin akan terkejut dengan banyaknya sampah yang dihasilkan setiap hari. Dengan begitu anak akan lebih mengahargai alam dengan. Mengingatkan mereka bahwa Allah memberitahu kita untukjangan terlalu banyak memproduksi sampah. Seperti yang di firmankan Allah SWT, "makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 7:31)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertanam. Buatlah taman di rumah. Ajak anak untuk menanam tumbuhan. Tidak ada cara yang lebih baik untuk bisa berhubungan dengan alam daripada menggali dan menjadi kotor. Mereka akan sangat bangga dengan prestasi yang mereka raih melihat hasil bercocok tanam mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat kompos. Dengan membuat kompos anak dapat mengetahui siklus kehidupan. Membuat kompos dapat mengajarkan anak mencintai lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mengamati mahkluk hidup. Berjalan-jalan di alam bersama anak dan melakukan pengamatan secara sederhana. Bagaimana cacing bergerak dan menghitung kelopak bunga. Ungkapkan keindahan dan keajaiban akan ciptaan Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mengamati langit. Berjalan-jalan di tengah kota saat malam hari, melihat bintang bersinar. Sebagian besar anak akan terkesima dengan kilauan bintang yang terlihat meski dari jarak yang sangat jauh. Ceritakan pada anak bagaimana penciptaan bintang, seberapa jauh bintang berada dan seberapa luas penciptaan Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mengamati cuaca. Pergi ke luar rumah untk merasakan berbagai cuaca. Hujan, panas atau angin yang bertiup kencang. Ajarkan doa-doa yang diucapkansaat cuaca hujan, panas atau berangin. Ceritakan kemuliaan AllahSWT telah menciptakan berbagai fenomena alam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mengamati air. Mengamati sungai atau air terjun. Perhatikan ritme, kesejukan, dan keindahan gerakan air yang menciptakan suasana hati yang sempurna untuk mencerminkan syukur pada ciptaan Allah. Berbicara dengan anak-anak tentang bagaimana Allah mengatur siklus air dari tanah ke langit dan kembali ke bumi untu dimanfaatkan oleh manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mengamati daun. Tunjukan pada anak perubahan warna daun saat masih berada di ranting dan saat telah gugur.  tantang anak untuk menggambarkan dan mendiskusikan betapa manusia tidak akan mampu membuat sesuatu yang lebih indah dari ciptaan Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Berkemah. Pengalaman hidup di luar rumah ditemani suara serangga, burung atau binatang lainnya dapat menumbuhkan rasa natural anak. Memasak, mencuci dan tidur di luar akan membawa anak lebih mengenal Allah Tanpa diganggu oleh alat-alat elektronik. Gunakan kreatifitas Anda untuk mengenalkan kekuasaan Allah melalui alam pada anak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-3617829526950971787?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/3617829526950971787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/10-cara-meningkatkan-cinta-anak-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/3617829526950971787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/3617829526950971787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/10-cara-meningkatkan-cinta-anak-pada.html' title='10 Cara Meningkatkan Cinta Anak Kepada Allah'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjMzD_f3tiI/AAAAAAAAAFU/uMq_GjwRTfc/s72-c/teropong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-4920038961487129389</id><published>2009-06-05T23:25:00.000+07:00</published><updated>2009-06-13T12:20:24.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Anak'/><title type='text'>Ajari Si Kecil Beradaptasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjKDyk0sOJI/AAAAAAAAAFE/4AyjNa7gFAs/s1600-h/adaptasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjKDyk0sOJI/AAAAAAAAAFE/4AyjNa7gFAs/s200/adaptasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346480612543576210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;emasuki sekolah baru seringkali menjadi tantangan anak untuk beradaptasi. Berada di lingkungan baru seringkali membuat anak merasa tidak nyaman, terutama jika kemampaun beradaptasi masih minim. Sebagai orangtua, tentu bantuan dan dukungan tanpa pemaksaan sangat dibutuhkan anak dalam mengatasi kesulitan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Membantu anak beradaptasi susah susah gampang. Bagi anak yang memiliki rasa percaya diri, tentunya kemampuan beradaptasinya lebih baik dari anak yang pemalu atau penakut. Menurut Psikolog anak, Dra Psi Heryanti Satyadi MSi, anak yang pemalu atau penakut orang tua harus bersabar dan tekun untuk mengajarkan anak beradaptasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jika tidak, bisa bisa anak menjadi trauma dan enggan untuk membaur dengan lingkungan barunya. "Sebaiknya sejak dari awal mengajarkan anak beradaptasi. Biasakan membawa anak ke lingkungan yang lebih luas dari sekedar lingkungan di rumah," ungkap pengasuh I Love My Psycholgist ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usia dua tahun anak sudah dapat diajarkan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang lain yang sering dijumpai selain orang tua, pengasuh, atau anggota rumah lainnya. Heryanti mengatkan anak harus dibiasakan berinteraksi dengan orang-orang yang berada di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjawab sapaan atau pertanyaan dari orang lain dan menyapa orang yang ada di sekelilingnya bisa menjadi latihan anak untuk beradaptasi,” tutur psikolog yang sedang disibukkan dengan kegiatan kuliah doktoral di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan memaksa anak untuk bersikap terlalu ramah atau akrab dengan orang-orang di lingkungan barunya. Biarkan anak meningkatkan kemampuan beradaptasi sejalan dengan pertumbuhan usianya karena tiap anak memiliki kemampuan yang berbeda untuk dapat menerima lingkungan barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak bermain atau berada di lingkungan barunya, orang tua harus mengawasi anak. Apalagi di usai perkembangan otak dan fisik. Namun jangan juga terlalu berlebihan ketika mengawasi anak. Pengawasan yang berlebihan justru dapat menjadi hambatan. Beri jarak antara orang tua dan anak ketika mereka sedang bermain dengan teman teman barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak yang sedang bermain di taman misalnya, bagi orang tua cukup memperhatikan mereka dari pinggir saja. Biarkan mereka bermain dengan temannya, dengan pendekatan mereka sendiri,” ujar Heryanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekolah baru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak sudah bisa merasa nyaman di lingkungan tempat tinggalnya, bagaimana dengan lingkungan sekolah yang baru? Agar anak lebih mudah menerima lingkungan sekolah barunya sebaiknya anak dilibatkan dalam memilih sekolah. Orang tua bisa menentukan beberepa pilihan sekolah yang baik, baru kemudian biarkan anak yang memutuskan akan bersekolah dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama masuk sekolah merupakan saat-saat yang cukup berat bagi anak. Untuk itu mintalah anak datang lebih awal di sekolah. Pendampingan orang tua saat pertama kali berkenalan dengan lingkungan dan orang-orang di sekolah yang baru sangat diperlukan. Jika anak sudah merasa kerasan biarkan anak berinteraksi dengan teman temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua juga sebaiknya membahas apa yang dirasakan anak tentang pengalaman baru yang akan dilaluinya di sekolah baru. Jika anak melontarkan keluhan, dengarkanlah dengan sabar. Orang tua dapat menenangkan perasaannya dengan memberikan perhatian penuh dan mendengarkan apa yang ia ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dapat memberikan penguatan dan meyakinkan anak bahwa semua yang dirasakannya adalah wajar. Orang tua bisa mengatakan, akan ada di sisinya ketika ia membutuhkan orang tuanya sekalipun bukan dengan cara duduk di sebelahnya di dalam kelas. Ajaklah anak berdoa kepada Tuhan agar ia memiliki keberanian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-4920038961487129389?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/4920038961487129389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/ajari-si-kecil-beradaptasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4920038961487129389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4920038961487129389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/ajari-si-kecil-beradaptasi.html' title='Ajari Si Kecil Beradaptasi'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SjKDyk0sOJI/AAAAAAAAAFE/4AyjNa7gFAs/s72-c/adaptasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-9080558860478672562</id><published>2009-06-04T00:20:00.003+07:00</published><updated>2009-06-04T00:29:30.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Anak'/><title type='text'>Mengasuh Anak Kembar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Orangtua pemilik akan kembar terutama kembar identik atau kembar yang berjenis kelamin sama biasanya selalu menyamakan segala-galanya untuk anak kembar, mulai dari nama yang sama, pakaian yang sama, permainan yang sama, makanan yang sama, sampai memasukkan mereka ke dalam sekolah yang sama. Menurut mereka itulah yang terbaik buat anak-anak. Perlakuan yang sama bisa menghindari kecemburuan satu sama lain. Akan tetapi akibatnya anak kembar saling mengidentikkan diri dan sangat tergantung satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Banyak anak kembar saling mengasosiasikan diri sangat kuat dengan kembarannya. Seolah-olah mereka adalah satu orang. Misalkan saja melakukan kegiatan apapun harus bersama dengan yang lain dan harus juga menyenangkan yang lain. Jika yang lain tidak suka maka tidak akan dilakukan. Mereka tidak dapat melakukan kegiatan sendiri secara terpisah. Apabila dipisahkan maka mereka akan jatuh sakit. Membiarkan anak kembar saling mengidentikkan diri bukan sesuatu yang baik buat anak. Sang anak akan kesulitan untuk mandiri dan berkembang dimasa depan. Oleh karena itu perlu suatu metode khusus yang mendorong masing-masing anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;berkembang sendiri sebagai pribadi yang terpisah dan mandiri. Meskipun tentu saja perasaan kedekatan sang anak terhadap kembarannya akan sulit dikurangi. Akan tetapi, paling tidak anak didorong untuk mandiri dan tumbuh sebagai individu tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua anak kembar dalam mendorong perasaan seorang anak sebagai individu yang terpisah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Memberikan waktu khusus dengan salah satu anak saja&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tidak menyebut anak kembar dengan ‘si kembar’ dan semacamnya yang mengkategorikan mereka sebagai kesatuan. Sebut masing-masing mereka dengan namanya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Menghukum atau memberikan hadiah atas kesalahan atau prestasi masing-masing secara khusus, tidak bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mendorong anak-anak untuk menemukan minat dan kegiatannya sendiri yang berbeda dengan kembarannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mendorong masing-masing anak kembar untuk mencari teman-teman akrab selain kembarannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   Tidak menyamakan standar harapan pada anak-anak apabila kemampuan mereka berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   Menunjukkan pada anak-anak karaktersitik unik mereka yang berbeda dengan kembarannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   Merayakan keberhasilan yang dicapai salah satu anak kembar hanya untuk yang mencapai keberhasilan itu saja. Meskipun disatu sisi bisa menyakiti hati kembarannya, tetapi hal itu akan menjadi pelajaran bagus bagaimana berkompetisi secara sehat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   Mengabadikan secara individual kenangan sang anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;  Mengidentifikasi kepemilikan bersama serta kepemilikan masing-masing anak secara terpisah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-9080558860478672562?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/9080558860478672562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/mengasuh-anak-kembar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/9080558860478672562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/9080558860478672562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/06/mengasuh-anak-kembar.html' title='Mengasuh Anak Kembar'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-4177821949466807015</id><published>2009-05-30T03:32:00.003+07:00</published><updated>2009-06-05T02:12:23.179+07:00</updated><title type='text'>arini-nh.blogspot.com 's Website Analyze | en.pageboss.com</title><content type='html'>&lt;a href="http://en.pageboss.com/arini-nh.blogspot.com"&gt;arini-nh.blogspot.com's Website Analyze | en.pageboss.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shared via &lt;a href="http://addthis.com/"&gt;AddThis&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-4177821949466807015?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/4177821949466807015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/arini-nhblogspotcom-website-analyze.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4177821949466807015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4177821949466807015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/arini-nhblogspotcom-website-analyze.html' title='arini-nh.blogspot.com &amp;#39;s Website Analyze | en.pageboss.com'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-4303302930615295762</id><published>2009-05-23T01:22:00.013+07:00</published><updated>2009-05-29T23:58:52.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir'/><title type='text'>Tafsir Surat Al-Fatihah</title><content type='html'>DALAM AL-QUR’AN, surat Al-Fatihah tercatat sebagai surat ke 1, yang terdiri dari 7 ayat. Secara umum, ayat demi ayat serta surat demi surat yang ada dalam al-Qur’an memanglah penting. Ia tetap menjadi landasan spiritual yang urgen bagi setiap muslim. Keseluruhan huruf demi huruf yang ada dalam al-Qur’an menjadi pegangan teologis kaum muslimin yang tidak bisa ditawar lagi. Namun, secara spesifik, surat al-Fatihah memiliki banyak “kelebihan” dibanding dengan surat-surat lain. Atau, setidaknya, ia memiliki keistimewaan berbeda dibandingkan dengan keistimewaan surat lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekedar menyebut salah satu keistimewaan surat al-Fatihah adalah  ia merupakan satu-satunya surat yang wajib dibaca saat seorang muslim melakukan shalat — dan shalat sendiri merupakan satu-satunya format ibadah vertikal yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Nabi Muhammad Saw bahkan bersabda bahwa shalat seorang muslim tidak sah jika tidak membaca surat al-Fatihah (Lâ sholâta liman lam yaqra’ bi-fâtihatil Kitâbi). Dalam kesempatan lain, Nabi Saw juga menyatakan bahwa al-Fatihah merupakan induk al-Qur’an (Ummul-Qur’ân). Masih banyak lagi maqôlah atau dedhawuhan Nabi Muhammad Saw yang, intinya, menegaskan kelebihan surat al-Fatihah dibanding surat-surat lain dalam al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa surat al-Fatihah begitu urgen dan exclusive? Jika ditinjau dari sisi contains, materi yang dibicarakan — atau tepatnya dinasehatkan — dalam surat al-Fatihah ternyata sangatlah penting, khususnya bagi proses rekonstruksi teologi kaum muslimin atau bahkan manusia keseluruhannya. Berikut ini sedikit keterangan materi surat al-Fatihah dari ayat per ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Bismillâhirrahmânirrahîm. “Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat pertama ini menegaskan pentingnya penyebutan atau tepatnya pengakuan manusia atas kuasa Tuhan, atas keesaan-Nya dan atas segala kebesarann-Nya. Manusia diajarkan — dan diharuskan — mengakui ke-Maha Pemurah-an Tuhan dan ke-Maha Penyayang-an-Nya. Di sini, pengakuan-pengakuan itu merupakan harga mati atas setiap manusia. Jadi, ayat ini bukan sekedar mengajarkan ‘penyebutan’ unsich atas [nama] Tuhan, melainkan deklarasi atas kebesaran-Nya, yang pada ayat itu direpresentasikan melalui lafadz  ar-rahmân dan ar-rahîm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Alhamdulillâhi Rabbil ‘Âlamîn. “Segala puji bagi Tuhan, [yaitu] Tuhan bagi semesta alam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah manusia mengakui segala kebesaran Tuhan, maka pada ayat kedua ini Tuhan melalui surat al-Fatihah menasehatkan manusia supaya melakukan pendekatan pribadi kepada-Nya, yaitu dengan cara memuji-Nya. Ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan manusia setelah ia menegaskan pengakuan tadi. Sebenarnya, kebesaran Tuhan tidaklah berkurang tanpa pujian manusia dan segenap makhluk, dan kebesaran-Nya pun tidak pula bertambah dengan adanya pujian-pujian itu. Dengan demikian, ayat ini sebenarnya lebih menekankan kepada pengajaran [at-Ta’lîm] dan pendidikan [at-Tarbiyah] kepada manusia bagaimana dia berkomunikasi dengan Tuhan yang telah dikenalnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian kepada Tuhan bukan tanpa sebab. Ia adalah pujian atas seluruh kenikmatan yang telah diterima manusia. Kenikmatan terbesar dari Tuhan kepada manusia, pada titik ini, adalah kenikmatan berupa pengetahuan manusia atas Tuhannya. Ia bukan kenikmatan dalam arti sempit seperti limpahan rezeki material dan semacamnya. Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan hamida-nî ‘abdî, hambaku telah memujiku. Masih menurut Nabi Muhammad Saw, pada saat hamba mengucapkan ayat ini, maka itu berarti hamba tersebut bersyukur kepada Tuhan, sehingga Tuhan pun akan menambahi rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Arrahmânirrahîm. “[Tuhan] Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan pujian ini untuk sebuah penegasan. Ar-Rahmân bermakna [Tuhan] yang Maha Pemurah, atau Pengasih. Dia mengasihi seluruh makhluk yang ada di dunia, baik yang beriman atau yang bukan. Sedangkan ar-Rahîm bermakna mengasihi seluruh orang-orang yang beriman kelak di akhirat.&lt;br /&gt;Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan atsnâ ‘alayya ‘abdî, hambaku telah memuji kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Mâliki Yawmiddîn. “[Tuhan] Yang menguasai hari kiamat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan sekaligus juga pujian, bahwa hanya Tuhanlah yang berkuasa pada hari kiamat. Ini merupakan pujian ketiga berturut-turut, dan begitulah pendidikan dari Tuhan kepada manusia.&lt;br /&gt;Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan majida-nî ‘abdî, hambaku telah memujiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Iyyâka Na’budu... “Hanya Engkaulah yang kami sembah”...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Tuhan mengajarkan manusia untuk melakukan pendekatan dengan memuji-Nya, maka pada ayat kelima ini Tuhan memberikan pendidikan baru : yaitu, setelah manusia melakukan puja dan puji kepada Tuhan, manusia meneguhkan diri dengan melakukan deklarasi untuk secara konsisten menyembah kepada-Nya.&lt;br /&gt;Pada ayat di atas, Tuhan menggunakan kalimat Iyyâka Na’budu, yang berarti Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan bukan kalimat Na’budu-Ka, yang berarti Kami menyembah kepada-Mu. Pada kalimat pertama secara jelas menegasikan seluruh hal dan hanya menyembah Tuhan, sedangkan kalimat kedua bisa bermakna Kami menyembah kepada-Mu, tapi juga mengagungkan yang lain.&lt;br /&gt;[5] wa Iyyâka Nasta’în. “…dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”.&lt;br /&gt;Setelah mengajari manusia tentang metode pendekatan terhadap Tuhan, beberapa pujian serta penegasan tentang sesembahan, barulah Tuhan mengajarkan bahwa setelah manusia melakukan hal itu semua, maka manusia diberi “kesempatan” untuk meminta pertolongan dan perlindungan. Dan pertolongan serta permintaan itu dilakukan manusia hanya ditujukan kepada Tuhan, bukan yang lain. Maka tepatlah kalau Tuhan menggunakan kalimat wa Iyyâka Nasta’în, yang berarti dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.&lt;br /&gt;Pada saat seorang hamba membaca ayat kelima ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan hadza baynî wa bayna ‘abdî, wa li-‘abdî mâ sa-ala, ini adalah [urusan] antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku, [kuberikan] apapun yang dia minta.&lt;br /&gt;Sampai pada ayat ini, kita sebenarnya sudah bisa menangkap sebagian falsafah dari surat al-Fatihah. Ringkasnya, hingga ayat ke 5 ini, adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;[i] manusia hendaklah mengenal Tuhannya, dan menjadikan Tuhannya sebagai satu-satunya elemen penting dalam melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;[ii] manusia hendaklah melakukan pujian-pujian terhadap Tuhannya. Ia tentu bukan bermakna sekedar pujian secara oral, melainkan meliputi juga pengakuan penuh dari lubuk qalbu manusia atas segala kebesaran dan keagungan Tuhan. Pujian-pujian itu merupakan alat untuk melakukan pendekatan-pendekatan.&lt;br /&gt;[iii] setelah melakukan pujian-pujian, manusia meneguhkan diri bahwa kepada Tuhan-lah ia menyembah, dan sama sekali tidak melakukan sesembahan atau pengagungan kepada yang lain.&lt;br /&gt;[iv] setelah mengenal Tuhannya, melakukan pujian dan pendekatan-pendekatan, serta peneguhan ketuhanan sang Tuhan, maka manusia menyatakan diri bahwa hanya kepada-Nya pula para manusia melakukan permintaan dan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Ihdinas-Shirâthal Mustaqîm. “Tunjukilah kami jalan yang lurus”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Tuhan selanjutnya ; manusia tidak bisa berbuat sombong, oleh karenanya ia diajarkan untuk selalu memohon dan meminta, yang dalam hal ini adalah permintaan untuk sebuah kebenaran. Dan hanya kepada Tuhan sajalah manusia itu memohon kebenaran. Makna kebenaran atau jalan yang lurus di sini tentulah tidak sederhana, namun ia disimplifikasi pada ayat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Shirâthalladzîna An’amta ‘Alayhim Ghoyril-Maghdhûbi ‘Alayhim walâdh-Dhôllîn. “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan Tuhan hanyalah diberikan kepada orang-orang yang Dia kehendaki, dan itu bukanlah kepada orang-orang yang dimurkai dan yang memilih jalan sendiri. Abdullah ibn Abbas menyebutkan bahwa orang-orang yang telah dianugerahi kenikmatan oleh Tuhan, di antaranya, adalah para nabi dan orang-orang yang saleh, orang yang bersih jiwanya.&lt;br /&gt;Pada saat seorang hamba membaca ayat keenam dan ketujuh, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan — sama dengan pada ayat kelima — hadza baynî wa bayna ‘abdî, wa li-‘abdî mâ sa-ala, ini adalah [urusan] antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku, [kuberikan] apapun yang dia minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas keterangan dari surat al-Fatihah. Semoga bermanfaat. [Lasem, 18/4/2009].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis M. Lutfi Thomafi  , beliau  adalah Pengasuh PP. Al-Hamidiyyah, Lasem, Rembang, Jawa Tengah (Sumber : www.pesantrenvirtual.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-4303302930615295762?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/4303302930615295762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/tafsir-surat-al-fatihah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4303302930615295762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4303302930615295762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/tafsir-surat-al-fatihah.html' title='Tafsir Surat Al-Fatihah'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-6195312600572633746</id><published>2009-05-20T22:59:00.003+07:00</published><updated>2009-06-05T02:09:30.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Problem Penyuluhan Agama</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;color:black;"  &gt;Departemen Agama, khususnya Kanwil Depag DIY&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sebagai aparatur pemerintah memiliki posisi dan tugas menjadi fasilitator dalam&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;membangun iklim keagamaan yang kondusif bagi perkembangan masyarakat yang dinamis,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;progresif, toleran dan damai di atas dasar nilai&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;keagamaan dan kekayaan budaya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang berkeadaban (Sudijono: 2000).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Untuk menjabarkan tugas itu, maka Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1 Tahun 2001 telah menggariskan fungsi Departemen Agama meliputi empat masalah pokok, yaitu : &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; memperlancar pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan. &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; membina dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas serta administrasi departemen. &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; melaksanakan penelitian dan pengembangan terapan pendidikan dan pelatihan tertentu dalam rangka mendukung kebijakan di bidang keagamaan. &lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt; melaksanakan pengawasan fungsional. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;color:black;"  &gt;Dalam usaha mengimplementasikan fungsi di atas, maka penyuluhan agama Islam merupakan salah satu bentuk satuan kegiatan yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;memiliki nilai strategis, khususnya dalam menjalankan fungsi memperlancar pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan. Kemudian, untuk menjalankan penyuluhan ini, pemerintah telah melakukan reposisi kedudukan dan fungsi penyuluh, berdasarkan Keputusan Presiden No. 87 Tahun 1999, yaitu yang menempatkan penyuluh Dalam Keppres itu disebutkan bahwa Rumpun Keagamaan adalah rumpun jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil yang tugasnya berkaitan dengan penelitian, peningkatan atau pengembangan konsep, teori, dan metode operasional serta pelaksanaan kegiatan teknis yang berhubungan dengan pembinaan rohani dan moral masyarakat sesuai dengan agama yang dianutnya. Keppres ini kemudian dijabarkan dalam Keputusan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bersama Meteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Negara no: 574 tahun 1999 dan no: 178 Tahun 1999 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional Penyuluh Agama dan Angka Kreditnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;color:black;"  &gt;Jadi, berdasarkan Keppres No: 87/1999 ini,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berarti bahwa Penyuluh Agama Islam secara &lt;i&gt;de-jure&lt;/i&gt; memiliki kedudukan yang sama dengan jabatan fungsional lainnya, seperti; peneliti, dosen/guru, widyaiswara, dokter, pengawas sekolah, akuntan, pustakawan, penyuluh KB,&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;penyuluh pertanian dan sebagainya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;(Departemen Agama RI Sekretariat Jenderal Biro Kepegawaian: 1999).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa secara &lt;i&gt;de facto,&lt;/i&gt; Penyuluh Agama Islam yang menjadi pelaksana teknis program penyuluhan di masyarakat, sejauh ini masih dihadapkan pada sejumlah problem, sebagaimana sejumlah problem yang terjadi dalam program penyuluhan. Tulisan ini baru sebatas akan mengidentifikai problem penyuluhan dan sekilas melihat tantangan PAI ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 0pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Identifikasi Problem Penyuluhan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;color:black;"  &gt;Reposisi penyuluh sampai sekarang telah berjalan lima tahun. Dalam proses perjalanan sebuah perbaikan, tentu waktu lima tahun ini bisa dibilang masih dalam tahap proses penataan &lt;i&gt;stake holder&lt;/i&gt; penyuluhan. Tanpa menafikan usaha-usaha penataan kelembagaan dari berbagai &lt;i&gt;stake holder&lt;/i&gt; yang ada,&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;kita melihat ada empat persoalan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;utama yang masih dihadapi dalam implementasi penyuluhan, yaitu:&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;permasalahan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;struktural, manajerial,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sumber daya penyuluh dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kultural. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Dalam aspek&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;struktural, penyuluhan agama Islam dihadapkan pada sentralisasi kebijakan yang masih terkonsentrasi di tingkat pusat. Akibatnya, secara struktural Bidang Penamas di tingkat Kanwil Depag dan apalagi tingkat Kandepag sebagai pihak yang berkompeten langsung mengampu program penyuluhan sampai dan bersentuhan langsung dengan customer (kelompok binaan) memang diberi kesempatan merencanakan program dan mengorganisir sumber daya penyuluh.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Namun demikian, kewenangan “final” untuk memutuskan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dapat atau tidaknya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;program penyuluhan itu dilaksanakan, khususnya menyangkut pembiayaannya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tetap berada di tingkat pusat. Di samping itu, kemampuan perencanaan program di Bidang Penamas Kanwil Depag sendiri masih kurang. Rapat Kerja Daerah setiap tahun yang menjadi forum sangat penting dalam perumusan program di tingkat Kanwil/Kandepag umumnya berjalan sebagai forum “ketok palu” saja terhadap&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;rumusan program yang sudah ada yang diambil dari tahun sebelumnya. Karena itu, Bidang Penamas Kanwil dan Kandepag, dapat diibaratkan masih sebatas sebagai “pekerja” yang belum memiliki kemampuan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan strategis dan program-program penyuluhan yang prospektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Permasalahan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;struktural di atas menyebabkan manajerial di tingkat Kanwil dan Kandepag kurang dapat berjalan secara efektif dan antisipatif sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Bahkan, manajerial Bidang Penamas di tingkat Kanwil Depag dan Kandepag&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lebih cenderung diposisikan diri atau kemungkinan memposisikan diri sebagai “pekerja” pusat atau kepanjangan tangan dari pusat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Kemudian, sumber daya penyuluh, yaitu Penyuluh Agama Islam (PAI) dalam proses penyuluhan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;adalah subyek yang menentukan keberhasilan tujuan dan target penyuluhan. Namun demikian, sementara ini sumber daya penyuluh di Kanwil Depag DIY yang berjumlah 79 orang masih juga dihadapkan pada beberapa persoalan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt; kurangnya pemahaman terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyuluhan. Modal utama PAI dalam melakukan penyuluhan lebih bertumpu pada semangat dakwah dan “perasaan kewajiban” menjalankan tugas sebagai pegawai Departemen Agama. Sebagian&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;besar PAI yang berjumlah 79 orang, sejauh ini&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;belum memahami secara komprehensif mengenai konsep dasar penyuluhan, pendekatan penyuluhan, teknik-teknik penyuluhan dan teori-teori&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;penyuluhan. Daya baca para penyuluh terhadap sumber-sumber&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;utama konsep penyuluhan (atau dalam kajian akademik lebih dikenal dengan istilah konseling) masih lemah. Kemungkinan, malah ada sebagian di antara penyuluh yang belum mengetahui buku-buku atau sumber rujukan apa saja yang harus dibaca untuk memperkaya pemahamannya dan ketrampilannya yang dapat mendukung profesinya sebagai penyuluh agama Islam (Islamic counselor). Buku-buku&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang bisa menjadi referensi dalam penyuluhan, seperti; Mohammad Surya, &lt;i&gt;Dasar-dasar penyuluhan&lt;/i&gt;; Rosydi Ahmad Syahada, &lt;i&gt;Bimbingan dan konseling masyarakat dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pendidikan luar sekolah&lt;/i&gt;; Arifin, &lt;i&gt;Pokok-pokok pikiran tentang bimbingan dan penyuluhan agama&lt;/i&gt;; AR. Romly, Penyuluhan agama mengahadapi tantangan baru; dan seabreg buku tentang bimbingan dan konseling sementara ini masih asing di kalangan PAI. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt; lemahnya kemampuan metodologis para penyuluh dalam proses penyuluhan. Pelaksanaan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pembelajaran dalam penyuluhan masih cenderung menggunakan cara-cara konvensional, yaitu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ceramah yang bersifat satu arah. Peserta penyuluhan belum mampu terlibat secara partisipatoris sehingga forum pembelajaran itu statis dan monoton. Untuk membantu pemahaman dan kemampuan metodologis ini, sebenarnya dari Depag pusat telah menerbitkan beberapa buku pedoman bagi para penyuluh. Tetapi, buku-buku pedoman itu lebih banyak berisi petunjuk teknis-administratif&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bagi para penyuluh dalam melaksanakan penyuluhan, seperti; petunjuk teknis jabatan fungsional, pedoman&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;materi bimbingan dan penyuluhan, pedoman identifikasi potensi wilayah, pedoman identifikasi kebutuhan sasaran, pedoman penilaian angka kredit, dan sebagainya. Lebih dari itu, di samping sosialisasi berbagai juklak dan juknis itu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;belum efektif, para penyuluh sendiri sebagian besar belum membaca pedoman-pedoman itu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Ketiga, kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi para penyuluh yang dilakukan oleh pusat sangat terbatas. Akibatnya, proses pelaksanaan penyuluhan, pendekatan dan kemampuan metodis para penyuluh masih jauh dari memadai sebagai bentuk proses pendidikan (non-formal) yang dapat memberdayakan kesadaran dan pengamalan keislaman khususnya dan kehidupan secara lebih luas pada umumnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Karena itu, tanpa menafikan semangat kerja dan perjuangan penyuluh yang kemungkinan ada yang bekerja melampaui batas waktu normal sebagai pegawai, sementara ini posisi dan perannya belum maksimal. PAI sementara ini&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;masih cenderung berfungsi sebagai “tenaga administratif”, misalnya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mencari data untuk bahan laporan ke Kanwil Depag Propinsi. Kemudian, laporan itu diteruskan dari&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;propinsi ke pusat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Sementara itu, menurut Kapusdiklat Depag menyatakan bahwa aparat Depag pada umumnya dan khususnya PAI masih menghadapi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;persoalan sikap mental dan pengetahuan serta keterampilan, seperti: 1) budaya kerja lemah, kurang inisiatif dan lebih banyak menunggu perintah, dan kurang kesungguhan dalam pekerjaan, 2) pengetahuan dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kesadaran terhadap tugas dan misi institusi masih kurang, 3) sikap amanah dan saling percaya&lt;i&gt; (trust)&lt;/i&gt; lemah, 4) budaya pamrih berlebihan, 5) orientasi pada pencapaian hasil dalam pelaksanaan tugas masih kurang, 6) kurang orientasi pada kepuasan jama’ah sasaran/binaan (customer), akibat kepekaan dan empati terhadap keutuhan &lt;i&gt;stakehorders&lt;/i&gt; yang msih rendah, 7) minat untuk menambah pendidikan formal meningkat, tetapi belum diikuti kesadaran pemanfaatan pengetahuan baru dalam menjalankan tugas, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;lebih banyak tenaga yang kurang memiliki keahlian &lt;i&gt;(unskilled),&lt;/i&gt; 9) gagap teknologi, tetapi semangat untuk pengadaan teknologi baru tinggi,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan 10) pemanfaatan informasi baru dalam pelaksanaan tugas masih rendah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Kemudian, permasalahan terakhir dalam penyuluhan adalah kultur atau budaya. Dalam hal masalah budaya ini, ada dua aspek yang menonjol, yaitu budaya internal kepenyuluhan dan budaya masyarakat. Khusus menyangkut budaya kepenyuluhan, sementara ini masih dihadapkan dengan budaya paternalis dan struktural.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Komunikasi antara penyuluh dan atasan dibangun berdasarkan pola hubungan yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ketat antara atasan dan bawahan.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Para penyuluh diposisikan sebagai pelaksana teknis yang wajib menjalankan apa saja kebijakan atasan dengan dibingkai loyalitas pada atasan, bukan loyalitas pada profesi atau pekerjaan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan budaya pada masyarakat, program penyuluhan dihadapkan pada budaya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;global yang cenderung pragmatis, materialis dan ada kecenderungan kurang memandang penting persoalan agama bagi kehidupan. Masyarakat kita, khususnya masyarakat Islam sebagai sasaran penyuluhan, sekarang ini sedang menghadapi dislokasi dan disorientasi hidup.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mereka gagap menghadapi perkembangan zaman yang ditandai dengan perubahan budaya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sebagai akibat dari penemuan dan penerapan berbagai teknologi canggih, khususnya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;di bidang transportasi, komunikasi dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;informasi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Di satu sisi, realitas semacam ini sebenaranya dapat menjadi peluang, tetapi sementara ini masih menjadi tantangan bagi penyuluhan agama. Kesadaran untuk memperdalam agama secara intens dan reguler di kalangan masyarakat masih kurang. Di kalangan anak-anak ataupun remaja, cenderung berkembang anggapan bahwa&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kalau sudah bisa membaca Alquran, mereka merasa belajar agama sudah selesai. Demikian juga di kalangan masyarakat, pengajian rutin mingguan, bulanan atau selapanan, seperti; yasinan, mudzakarah, atau istighasah dapat sebenarnya berjalan. Tetapi, program-program itu lebih bersifat simbolik sebagai agenda ritual yang bersifat pribadi atau massal.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa kegiatan itu belum mampu menggerakkan kesadaran untuk meningkatkan pemahaman, pengamalan dan penghayatan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;keagamaan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Secara detail,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;beberapa problem penyuluhan yang perlu dicermati secara kritis antara lain sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Penentuan program-program penyuluhan masih bersifat sentralistik. Sejak diterapkannya otonomi daerah, Kanwil Depag propinsi dan Kandepag Kabupaten/Kota memang diberi kesempatan untuk membuat perencanaan program yang akan dimasukkan di dalam Daftar Isian Kegiatan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;(DIK) dan Daftar Isian Proyek (DIP) dalam setiap tahun anggaran melalui rapat kerja daerah (Rakerda).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi, kesempatan itu baru sebatas usulan. Pada akhirnya, ketentuan program mana yang akan dijalankan, yaitu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;di masukkan di dalam&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;DIK/DIP tetap berada di pusat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Kemampuan perencanaan program-program penyuluhan yang kreatif, inovatif dan proyektif di tingkat Kanwil dan Kandepag masih lemah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Pengelolaan sumber daya penyuluh belum efektif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Lemahnya pemahaman para penyuluh terhadap konsep dasar penyuluhan, pendekatan penyuluhan, teknik-teknik penyuluhan dan teori-teori&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;penyuluhan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Implementasi pelaksanaan penyuluhan cenderung&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bersifat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;formalistik dan strukturalistik. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Para penyuluh agama belum memahami secara komprehensif pedoman operasional penyuluhan, misalnya menyangkut petunjuk teknis jabatan fungsional, materi bimbingan dan penyuluhan, pedoman identifikasi potensi wilayah, pedoman identifikasi kebutuhan sasaran, pedoman penilaian angka kredit, dan pedoman-pedoman lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Metode&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pelaksanaan penyuluhan lebih cenderung bersifat konvensional, belum partisipatif dan transformatif.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Belum efektifnya pelaksanaan pelaporan dan evaluasi program yang dapat menjadi dasar pengembangan program secara berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Kemampuan penyuluh dalam hal penguasaan teknologi pendukung masih lemah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Frekuensi dan kesempatan pengembangan dan pelatihan yang sangat terbatas dan belum efektif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Belum adanya peluang atau kesempatan pemfasisilitasian, khususnya pembiayaan (beasiswa)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Belum adanya biaya operasional pelaksanaan penyuluhan di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Belum dimanfaatkannya perangkat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;teknologi informasi dan komunikasi yang memadai untuk mendukung proses penyuluhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Lemahnya data base seputar kelompok sasaran penyuluhan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Tantangan ke depan bagi penyuluh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Beberapa problem di atas, adalah masalah besar yang kemungkinan kita sulit untuk darmana harus memulai langkah pembenahannya. Lepas dari itu, yang terpenting adalah bahwa beberapa persoalan di atas tidak harus menjadi hambatan dalam menjalankan penyuluhan, tetapi tantangan nyata yang perlu dicermati dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dikritisi secara kreatif dan antisipatif.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dalam upaya ini, maka&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;langkah antisipatif dan strategis yang dapat dilakukan mulai dari sekarang (jangka pendek) adalah memaksimalkan pengelolaan sumber daya penyuluh secara reguler dan berkelanjutan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Menunggu adanya pembenahan kebijakan dari pusat adalah pekerjaan yang menghabiskan energi (tetapi mutlak diperlukan), sementara kemungkinan hasilnya terlalu sulit untuk diprediksikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Karena itu, tantangan langsung ke depan bagi penyuluh yang sebenarnya adalah diri penyuluh itu sendiri. Untuk itu, beberapa langkah praktis dalam upaya pemberdayaan penyuluh untuk keluar dari keterkungkungan problem internal kelembagaan penyuluh antara lain sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Memaksimalkan potensi kreatif penyuluh secara mandiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Menghilangkan budaya “menunggu dhawuh”&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dari atasan, tetapi kreatif menerobos peluang-peluang untuk mampu berkarya secara produktif. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Mengefektifkan pengorganisian&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;penyuluh di ditingkat kabupaten dan wilayah sebagai media yang paling strategis untuk melakukan proses pemberdayaan penyuluh, misalnya melalui kajian pustaka, kajian metodologis atau teknologis penyuluhan dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Membuka peluang kerja sama melalui kelompok kerja di tingkat Kandepag/Kanwil dengan lembaga-lembaga sosial keagamaan yang memiliki konsen dengan program penyuluhan khususnya atau pemberdayaan masyarakat pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Beberapa langkah di atas, barangkali masih bersifat normatif. Karena itu, setiap penyuluh perlu menterjemahkan secara kreatif sesuai dengan potensi dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;peluang yang memungkinkan untuk diterobos baik secara mandiri maupun secara kolektif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Namun demikian, upaya pembenahan beberapa problem di atas, tentu akan lebih efektif sekiranya para pejabat di tingkat Kanwil dan Kandepag juga memiliki &lt;i&gt;political will&lt;/i&gt; untuk melakukan pembehanan dalam mekanisme kepemimpinannya. Minimal para pejabat kita mampu menciptakan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kondisi yang kompetitif untuk tumbuhnya budaya kerja yang bertanggung jawab, mengedepankan prestasi, transparansi, dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menghargai kreatifitas dan inovasi dari para penyuluh yang dapat memperkaya kualitas layanan proses penyuluhan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 140%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 140%;font-size:100%;" &gt;Akhirnya, semoga tulisan ini menjadi titik awal untuk melakukan kajian lebih intensif dalam upaya pembenahan penyuluhan secara reguler dan berkelanjutan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right; text-indent: 36pt; line-height: 150%;font-family:arial;" align="right"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent3"  style="text-align: justify; text-indent: 0pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Referensi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Arifin (1976), &lt;i&gt;Pokok-pokok pikiran tentang bimbingan dan penyuluhan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;agama&lt;/i&gt;. Jakarta: Bulan Bintang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Bagian Proyek Peningkatan Tenaga Keagamaan Penyuluh Agama Tahun 2002 (2002), &lt;i&gt;Petunjuk teknis jabatan fungsional Penyuluh Agama Islam&lt;/i&gt;, Jakarta, (Cet. Ke-3).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;________ , &lt;i&gt;Pedoman identifikasi wilayah Penyuluh Agama Islam&lt;/i&gt;, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;________,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Pedoman identifikasi kebutuhan sasaran&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Penyuluh Agama Islam&lt;/i&gt;, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;________,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Pedoman identifikasi pembentukan kelompok sasaran&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Penyuluh Agama Islam ahli, &lt;/i&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;________,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Pedoman penilaian Penyuluh Agama Islam&lt;/i&gt;, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;________, &lt;i&gt;Pedoman penyusunan laporan Penyuluh Agama Islam (Panduan tugas Penyuluh Agama Islam)&lt;/i&gt;, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;________,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Pengembangan materi Penyuluh Agama Islam&lt;/i&gt;, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;________,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Materi bimbingan dan penyuluhan bagi Penyuluh Agama Islam Ahli&lt;/i&gt;, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Depertemen Agama RI Direktorat Jendaral Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji (2000), &lt;i&gt;Himpunan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;peraturan tentang jabatan fungsional penyuluh agama dan angka kreditnya,&lt;/i&gt; Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mahlani (2001), “Penataan institusi penyuluh agama”, Yogyakarta: Majalah BAKTI Kanwil Departemen Agama DIY No. 116-Th.XI-Februari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Romli (2001), &lt;i&gt;Penyuluhan agama menghadapi tantangan baru,&lt;/i&gt; Jakarta: Bina Rena Pariwara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sudijono (2002), “Visi, Misi, Kebijakan dan Program Kanwil Departemen Agama Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”, (Makalah).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syuhada, Roosdi Ahmad (1988), &lt;i&gt;Bimbingan dan konseling dalam masyarakat dan pendidikan luar sekolah,&lt;/i&gt; Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-6195312600572633746?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/6195312600572633746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/problem-penyuluhan-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/6195312600572633746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/6195312600572633746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/problem-penyuluhan-agama.html' title='Problem Penyuluhan Agama'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-5919138425236893400</id><published>2009-05-11T00:34:00.000+07:00</published><updated>2009-05-30T00:18:19.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Dahsyatnya Sholawat</title><content type='html'>Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.&lt;br /&gt;Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.&lt;br /&gt;1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, 4. seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.&lt;br /&gt;Sabda Nabi Muhammad Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أربع من الجَفَاءِ أن يبول الرجل وهو قائم، وأن يمسح جبهته قبل أن يفرغ من الصلاة، وأن يسمع النداء فلا يشهد مثل ما يشهد المؤذّن، وأن أذكر عنده فلا يصلي عليّ. (رواه البزار والطبراني)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi.&lt;br /&gt;   Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.&lt;br /&gt;   Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah Swt menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad saw, tidak cuma sekedar ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.&lt;br /&gt;   Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah Swt dalam al-Quran:&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.&lt;br /&gt;سيرة المرء تنبأ عن سريرته&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;Nabi Saw bersabda:&lt;br /&gt;ما منكم من أحدٍ سلّم علي إذا متُّ إلا جاءني جبريل فقال جبريل يا محمد هذا فلان ابن فلان يُقرئك السلام، فأقول وعليه السلام ورحمة الله وبركاته. (رواه أبو داود).&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw?&lt;br /&gt;Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah Saw, Atsar sahabat Radiallahu anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi mereka yang mau bershalawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Shalawat membersihkan dosa&lt;br /&gt;Sabda Nabi Saw:&lt;br /&gt;صلّو عليّ فإن الصلاة علي زكاةٌ لكم واسألوا الله لي الوسيلة، قالوا وما الوسيلة يا رسول الله؟ قال: أعلى درجةٍ في الجنة لا ينالها إلا رجلٌ واحدٌ وأنا ارجو أن يكون أنا هو. (رواه أحمد في مسنده)&lt;br /&gt;“bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untukku wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah wasilah itu?” beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan&lt;br /&gt;Sabda Nabi Saw:&lt;br /&gt;من صلّى علي صلاةً واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحطّ عنه عشر خطيآت (رواه النسائي)&lt;br /&gt;“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat&lt;br /&gt;Sabda beliau Saw:&lt;br /&gt;من صلى علي في اليوم مائةَ مرّةٍ قضى الله له مائةَ حاجةٍ، سبعين منها في الآخرة وثلاثين في الدنيا&lt;br /&gt;“barangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat dan 30 di dunia. (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal: 796)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Terangkatnya derajat manusia&lt;br /&gt;Sabda beliau Saw:&lt;br /&gt;من صلى عليّ من أمتي مخلصاًَ من قَلبِه صلاةً واحدةً صلّى اللهُ عليه عشر صلواتٍ ورفع عشر درجاتٍ ومحا عنه عشر سيئاتٍ. (رواه النسائ)&lt;br /&gt;“barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahan”. (HR. Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Menjadikan doa cepat terkabul&lt;br /&gt;Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara kaum muslimin sidang jum’ah yang berbahagia.&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi. Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah mengampunimu. Sufyan menjawab: “Saya adalah sufyan ats tsauri”. Orang itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini”.&lt;br /&gt;Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain. Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab: “apakah kamu tidak mengenal aku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)&lt;br /&gt;Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi Muhammad Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari RahmatNya.&lt;br /&gt;Sabda Nabi:&lt;br /&gt;“Jibril datang kepadaku dan berkata: “wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab: “Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang disebutkan namamu (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan “Amin”. (HR. Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun selagi kita mampu. Dan bila ada yang mengucapkan shalawat:&lt;br /&gt;اللهم صلى على محمد وعلى آل محمد&lt;br /&gt;Maka kita menjawab:&lt;br /&gt;اللهم صلى وسلم وبارك على محمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga.&lt;br /&gt;“barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorga” (HR. Ibnu majah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-5919138425236893400?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/5919138425236893400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/dahsyatnya-sholawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/5919138425236893400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/5919138425236893400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/dahsyatnya-sholawat.html' title='Dahsyatnya Sholawat'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-932900220910031434</id><published>2009-05-10T00:49:00.000+07:00</published><updated>2009-05-30T00:17:49.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Istiqomah, Istikharah dan Istighfar</title><content type='html'>&lt;span&gt;Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang ada malam. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti, kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.&lt;/span&gt;    &lt;span&gt;Oleh sebab itu agar tidak terombang ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalam dalam hidup. Salah satu pegangan dan amalan penting yang diberikan agama kita untuk menghadapi kehidupan ini adalah Istiqomah, Istikharah dan Istighfar.&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;Istiqomah, yaitu kokoh dalam dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Begitu pentingnya Istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;sam berpesan kepada seseorang seperti dalam hadits berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;عن أبي سفيان بن عبد الله رضي الله علنه قال: قلت يا رسول الله، قل لي فى&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;الإسلام قولا لا أسأله عنه أحدا غيرك، قال: قل آمنت بالله ثم استقم (رواه&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;مسلم&lt;/span&gt;&lt;span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Sufyan bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu berkata: Aku telah berkata, “wahai rasulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu berkata pada orang lain selain engkau. Nabi menjawab,”katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Orang yang istiqomah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada tantangan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halam, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-qura’an surat fusilat ayat 30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;عَلَيْهِمْ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengataka:”tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhakan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengetakan):”janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2. Istikharah, selalu mohon petunjuk kepada Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapakan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت.(رواه البخاري ومسلم عن&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;أبي هريرة&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Barang siapa yang beriman kepad Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah. &lt;/span&gt;(HR Al-bukhari dan muslim dari Abu Hurairah)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan berbicaralah besok).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah, jangan diucapakn, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi apabila ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengenai kebebasan ini, malaikat jibril pernah datang kepada Nabi muhammad Shallahu ‘alai wa salam untuk memberikan rambu kehidupan, beliau bersabda: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;أتاني جبريل فقال: يا محمد عش ما شئت فإنك ميت، وأحبب ما شئت فإنك مفارق،&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;واعمل ما شئت فإنك مجزي به. (رواه البيهقي عن جابر&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau suatu saat pasti akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatua saat pasti berpdisah juga dan lakukanlah yang engkau inginkan sesungguhny semua itu ada balasannya.(HR. Baihaqi dan Jabir)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sabda Nabi Shallahu alihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhir akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehaendaknya tanpa mengindahkan etika agama. Para pakar barang kali untuk saat saat ini, lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berbicara yang kadang kadang justru membingungkan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita benar benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Nabi Muhammad Shallahu ‘alahi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;ما خاب من استخار ولا ندم من استشار ولا عال من اقتصد&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tidak rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR. Thabrani dari Anas)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;Istighfar, yaitu selalu introspeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Oleh karena itu ia harus diobati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instrospeksi masa lalu, memohon ampun kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloaan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kesalahan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Jika kesulitan ekonomi tersebut, karena kita kurang bisa melakukan terobosan-terobosan yang produktif maka kreatifitas dan etos kerja umat yang harus kita tumbuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi hud Alaihissalam, kepada kaumnya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلْ&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada tuhanmu lalu bertaubatlah kepadakNya, niscaya di menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan dia akan menambahkan kekuatan dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. 52)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sekali lagi, tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan, tidak bisa tidak kita harus memiliki dan melakukan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tiga amalan di atas yaitu Istiqomah, Istikharah, Isrighfar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Mudah mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;dengan keimanan dan rahmayNya yang melimpah. &lt;/span&gt;Amin&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-932900220910031434?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/932900220910031434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/istiqomah-istikharah-dan-istighfar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/932900220910031434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/932900220910031434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/istiqomah-istikharah-dan-istighfar.html' title='Istiqomah, Istikharah dan Istighfar'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-8013354599998547535</id><published>2009-05-09T00:03:00.000+07:00</published><updated>2009-05-30T00:16:26.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Keutamaan Membaca Shalawat</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Definisi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;dan Keutamaan Membaca Shalawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita senantiasa memanjatkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Rasulullah:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Sayyidina Muhammad Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيما&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bershalawat salamlah kepadanya. (QS Al-Ahzab 33: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dari Allah berarti rahmat. Bila shalawat itu dari Malaikat atau manusia maka yang dimaksud adalah doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara salam adalah keselamatan dari marabahaya dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keraguan bahwa membaca shalawat dan salam adalah bagian dari pernghormatan (tahiyyah), maka ketika kita diperintah oleh Allah untuk membaca shalawat -yang artinya mendoakan Nabi Muhammad- maka wajib atas Nabi Muhammad melakukan hal yang sama yaitu mendoakan kepada orang yang membaca shalawat kepadanya. Karena hal ini merupakan ketetapan dari ayat:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka lakukanlah penghormatan dengan penghormatan yang lebih baik atau kembalikanlah penghormatan itu. (QS. An Nisa’: 86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dari Nabi inilah yang dinamakan dengan syafaat. Semua ulama telah sepakat bahwa doa nabi itu tidak akan ditolak oleh Allah. Maka tentunya Allah akan menerima Syafaat beliau kepada setiap orang yang membaca shalawat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi. Diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي كِتَابٍ لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تَسْنَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ اسْمِي فِي ذَلِكَ الْكِتَابِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa berdoa (menulis) shalawat kepadaku dalam sebuah buku maka para malaikat selalu memohonkan ampun kepada Allah pada orang itu selama namaku masih tertulis dalam buku itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَنْ سَرَّهُ أنْ يُلْقِى اللهَ وَهُوَ عَلَيْهِ رَاضٍ فَلْيُكْثِرْ مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang ingin merasa bahagia ketika berjumpa dengan Allah dan Allah ridlo kepadanya, maka hendaknya ia banyak membaca shalawat kepadaku (Nabi).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَا أكْثَرَ مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِيْ حَيَاتِهِ أَمَرَ اللهُ جَمِيْعَ مَخْلُوْقَاتِهِ أنْ يَسْتَغْقِرُوا لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Barangsipa membaca shalawat kepadaku di waktu hidupnya maka Allah memerintahkan semua makhluk-Nya memohonkan maaf kepadanya setelah wafatnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ ثُمَّ تَقًرَّقُوْا مِنْ غَيْرِ ذِكْرِ اللهِ وَصَلَاةٍ عَلَى النَّبِيِّ إلَّا قَامُوْا عَنْ أنْتَنَ مِنْ حِيْفَةٍ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berkumpul (di suatu majlis) lalu berpisah dengan tanpa dzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada nabi, maka mereka seperti membawa sesuatu yang lebih buruk dari bangkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat (ittifaq) diperbolehkannya menambahkan lafadz 'sayyidina' yang artinya tuan kita, sebelum lafadz Muhammad. Namun mengenai yang lebih afdhol antara menambahkan lafadz sayyidina dan tidak menambahkannya para ulama berbeda pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Ibrahim Al-Bajuri dan Syeik Ibnu Abdis Salam lebih memilih bahwa menambahkan lafadz sayyidina itu hukumnya lebih utama, dan beliau menyebutkan bagian ini melakukan adab atau etika kepada Nabi. Beliau berpijak bahwa melakukan adab itu hukumnya lebih utama dari pada melakukan perintah (muruatul adab afdholu minal imtitsal) dan ada dua hadits yang menguatkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu hadits yang menceritakan sahabat Abu Bakar ketika diperintah oleh Rasulullah mengganti tempatnya menjadi imam shalat subuh, dan ia tidak mematuhinya. Abu bakar berkata:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَا كَانَ لِابْنِ أَبِيْ قُحَافَةَ أَنْ يَتَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُوْلِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak sepantasnya bagi Abu Quhafah (nama lain dari Abu Bakar) untuk maju di depan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, yaitu hadits yang menceritakan bahwa sahabat Ali tidak mau menghapus nama Rasulullah dari lembara Perjanjian Hudaibiyah. Setelah hal itu diperintahkan Nabi, Ali berkata&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لَا أمْحُو إسْمَكَ أَبَدُا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan menghapus namamu selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hadits ini disebutkan dalam kitab Shahih Bukhori dan Muslim.Taqrir (penetapan) yang dilakukan oleh Nabi pada ketidakpatuhan sahabat Abu Bakar dan ali yang dilakukan karena melakukan adab dan tatakrama ini menunjukkan atas keunggulan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Abd. Nashir Fattah&lt;br /&gt;Rais Syuriah PCNU Jombang&lt;br /&gt;Dihimpun oleh Sholehuddin SH dari pengajian Kitab Qurratul Ain Bimuhimmatid Din di masjid baiturrahman Jlopo Tebel Bareng yang diikuti oleh Pengurus MWCNU dan Ansor Kecamatan Bareng&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-8013354599998547535?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/8013354599998547535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/keutamaan-membaca-shalawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/8013354599998547535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/8013354599998547535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/keutamaan-membaca-shalawat.html' title='Keutamaan Membaca Shalawat'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-4524165862106450317</id><published>2009-05-08T00:21:00.002+07:00</published><updated>2009-09-01T19:29:43.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Fungsi Masjid Antara Dulu Dan Sekarang</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_bl-L91YnhAc/SfNl-2qEZpI/AAAAAAAAAFo/rdhEN2hwlCE/s128/Palistine3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://lh3.ggpht.com/_bl-L91YnhAc/SfNl-2qEZpI/AAAAAAAAAFo/rdhEN2hwlCE/s128/Palistine3.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 97px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 128px;" /&gt;&lt;/a&gt;                                          &lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;Oleh : &lt;a href="http://m-alwi.com/"&gt;Mutohar Alwi, S. Ag&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kita menyaksikan banyak di antara kaum Muslimin hidup bertetangga dengan masjid, akan tetapi tidak banyak dari mereka yang masuk dan terlihat di dalamnya. Rumah-rumah mereka berdekatan dengan masjid, akan tetapi hati mereka jauh darinya. Ini adalah salah satu ciri kelemahan iman di dalam hati, karena memakmurkan masjid dengan cara shalat, ibadah, dan senantiasa mengunjunginya merupakan bagian dari tanda-tanda keimanan seseorang. Sebagaimana Allah SWT berfirman, artinya, "Yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. at-Taubah: 18) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Kita menyaksikan banyak di antara mereka berdesakan di pasar-pasar dan menikmati rizki yang Allah SWT berikan kepada mereka. Akan tetapi mereka tidak pernah peduli dengan masjid dan tidak pernah bergabung dengan kaum Muslimin untuk menegakkan syi'ar-syi'ar agama. Allah SWT berfirman, artinya, "Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; Mereka itulah golongan syaitan. ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi." (QS. al-Mujadilah: 19) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Mereka telah mengharamkan diri-diri mereka untuk mendapatkan pahala dari setiap langkah kaki ke masjid, dan penghapusan dosa-dosa mereka, maka tinggalah dosa-dosa itu menjadi beban yang menghimpit punggung mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Dan kita pun menyaksikan sebagian yang lain menyisakan sedikit waktu saja untuk mendatangi masjid. Itu pun dengan bermalas-malasan. Kebanyakan dari mereka, ketika mendengar iqamat, datang dengan tergesa-gesa, kemudian ia pun shalat dengan fikiran yang tidak tenang. Mereka tidak memperhatikan adab dan tata cara ketika memasuki masjid serta tidak mengamalkan sunnah Rasullulah SAW sebagaimana yang telah beliau sabdakan, "Apabila kalian mendengar iqamat maka bersegeralah untuk mendatanginya dengan keadaan tenang. Apa yang kalian dapati dari raka’at imam, maka ikutilah, dan apa yang terlewatkan, maka sempurnakanlah". (HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Mereka pun tidak mendapatkan pahala karena tidak bersegera untuk mendatangi masjid, dan tidak mendapat pahala menunggu shalat di masjid. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Kita juga menyaksikan, ketika seorang muadzdzin mengumandangkan adzan kemudian waktu pun berlalu, akan tetapi kita dapati masjid dalam keadaan kosong tanpa seorang pun di dalamnya. Dan ketika shalat mulai ditegakkan, barulah mereka datang dalam keadaan bermalas-malasan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya mengakhirkan shalat berjama’ah, selain dapat menghilangkan pahala yang berlimpah, juga dapat membuka gerbang kemalasan untuk mengerjakan shalat, yang kemudian akhirnya dapat menyebabkan seseorang meninggalkan shalat jama’ah itu sendiri. Imam Muslim meriwayatkan hadits di dalam kitab Shahihnya dari sahabat Abu Sa’id al-Khudryi radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sebagian para sahabatnya terlambat dalam shalat, maka beliau pun bersabda, "Majulah, dan ikutilah aku dan hendaknya orang-orang setelah kalian mengikuti kalian, dan tidak henti-hentinya satu kaum berleha-leha sehingga Alloh SWT mengakhirkan mereka". (HR. Muslim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menerangkan kepada kita tentang bahayanya mengakhirkan shalat, bahwa Allah SWT akan menghukum dengan mengakhirkan orang tersebut dari rahmat dan keutamaanNya. Dan cukuplah menjadi pelajaran untuk kita, bahwa mengakhirkan shalat merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang-orang munafik, sebagaimana yang telah Allah SWT firmankan, artinya, "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. an-Nisa': 142) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, apabila mereka terlewatkan dari urusan dunia, maka mereka akan bergegas menjadi orang yang pertama dan duduk menunggu berjam-jam tanpa merasa bosan. Dan hal itu mereka lakukan karena dunia lebih mereka cintai daripada akhirat. Maka masjid-masjid pun ditinggalkan dengan pintu-pintunya yang terkunci rapat di sebagian besar waktunya. Tidak dibuka kecuali pada waktu-waktu tertentu seukuran shalat yang dikerjakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Masjid-masjid kini merintih mengadukan keadaannya yang kosong dari orang-orang yang mengunjunginya untuk sekedar berdzikir kepada Allah SWT. Ia telah kehilangan orang-orang yang dulu bertasbih kepada Allah SWT di dalamnya setiap pagi dan petang. Ia juga kehilangan orang-orang yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, yang takut pada satu hari saat hati dan pandangan menjadi guncang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Ia telah kehilangan orang-orang yang dulu selalu beritikaf, ruku’ dan sujud. Orang-orang yang senantiasa memakmurkannya di pertengahan malam dan di penghujung siang. Dulu masjid adalah rumah untuk beribadah dan madrasah untuk menggali ilmu. Tempat kaum Muslimin bertemu dan bertolak. Di sanalah mereka saling mengenal satu sama lain untuk kemudian saling mencintai. Dan dari sanalah mereka mengumpulkan bekal kerohanian, cahaya ilmu, serta kuatnya keyakinan. Di sanalah hati mereka selalu tertambat, dan ke sanalah jiwa mereka selalu kembali. Masjid lebih mereka cintai daripada rumah dan harta mereka. Mereka tidak pernah merasa jenuh untuk berlama-lama duduk di dalamnya. Dan mereka tidak pernah merasa bosan untuk senantiasa mengunjunginya walau pun jarak membentang menghalanginya. Mereka senantiasa mengharap pahala dari setiap langkah yang mereka langkahkan. Memetik manfaat dari setiap waktu yang mereka habiskan di dalamnya, dan berlomba-lomba untuk segera menandatanginya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Inilah keadaan para generasi Salaf dengan masjid. Adapun saat ini, bermalas-malasan untuk datang ke masjid dan merasa bosan untuk duduk-duduk di dalamnya telah menjadi penyakit yang melanda umat ini. Maka berlalulah kebaikan dari mereka, dan masjid pun tidak memiliki tempat lagi di dalam hati kebanyakan mereka. Pengaruhnya telah berkurang di dalam kehidupan mereka, sehingga hati mereka pun menjadi kering dan ukhuwwah pun tecabik-cabik. Hingga seorang tetangga tidak pernah mengenal tetangganya, bahkan tidak pernah mengetahui keadaannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bertakwa kepada Allah SWT dengan mengembalikan keagungan masjid ke dalam hati kita. Bersegeralah untuk menuju kepadanya, dan memperbanyak duduk-duduk di dalamnya. Mari kita dengarkan motivasi yang pernah Rasulullah SAW katakan, yang mendorong kita untuk bersegera mendatangi masjid dan duduk-duduk di dalamnya. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang senantiasa mengingat Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Shalat seseorang dengan berjamaah lebih utama dari pada shalat di rumahnya atau di pasarnya sebesar dua puluh lima derajat. Dan hal itu apabila ia berwudhu dan memperbagus wudhunya kemudian ia keluar menuju masjid dan tidaklah ia keluar kecuali untuk mengerjakan shalat, maka tidaklah ia melangkahkan kakinya kecuali Allah SWT akan mengangkat derajatnya dan dihapuskan segala kesalahannya. Apabila ia shalat, maka tidak henti-hentinya malaikat mendo’akannya selama ia berada di tempat shalatnya. Ya Allah limpahkanlah rahmatMu kepadanya. Dan ia senantiasa berada di dalam shalat selama ia menunggu shalat.” (HR. al-Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik meriwayatkan sebuah hadits di dalam Muwaththa’nya, "Barangsiapa yang berwudu dan ia memperbagus wudhunya kemudian ia menyengaja keluar untuk mengerjakan shalat, maka sesungguhnya ia sedang berada di dalam shalat, dan ditetapkanlah kebaikan baginya di dalam salah satu langkahnya, dan dihapuskan baginya kesalahan di dalam langkahnya yang lain. Maka apabila salah seorang di antara kalian mendengar iqamat, janganlah ia tergesa-gesa, karena sesungguhnya yang paling besar pahalanya di antara kalian adalah orang yang paling jauh rumahnya dari masjid". Kemudian mereka pun bertanya, "Mengapa wahai Abu Hurairah? maka ia pun menjawab, "Karena langkahnya lebih banyak". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Inginkah kalian aku tunjukan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa kalian dan mengangkat derajat kalian? Maka para sahabat berkata, "Ya wahai Rasulullah". Kemudian Rasulullah bersabda, "Menyempurnakan wudhu dalam kondisi tidak disenangi, memperbanyak langkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah ar-ribath, maka itulah ar-ribath (bentuk menahan diri untuk senantiasa berbuat taat kepada Allah).” (HR. Muslim dan Malik) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Buraidah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ia bersabda,"Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid di dalam kegelapan dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat". (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, "Sesuautu yang paling Allah senangi dari sebuah negeri adalah masjid-masjid yang ada di dalamnya, dan sesuatu yang paling Allah benci darinya adalah pasar-pasar yang ada di dalamnya". (HR. Muslim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah memuliakan masjid beserta orang-orang yang memakmurkannya dengan ketaatan. Dan Ia telah menjanjikan kepada mereka pahala yang sangat besar. Allah SWT berfirman, artinya, "Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan Balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah SWT menambah karuniaNya kepada mereka. dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa batas." (QS. an-Nur: 36-38. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-4524165862106450317?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/4524165862106450317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/fungsi-masjid-antara-dulu-dan-sekarang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4524165862106450317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4524165862106450317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/fungsi-masjid-antara-dulu-dan-sekarang.html' title='Fungsi Masjid Antara Dulu Dan Sekarang'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_bl-L91YnhAc/SfNl-2qEZpI/AAAAAAAAAFo/rdhEN2hwlCE/s72-c/Palistine3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-411470204131987405.post-4170580797682645360</id><published>2009-05-07T00:37:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T00:50:51.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kepribadian Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan bukanlah sesuatu yang sulit, yang pasti ada banyak cara untuk memperolehnya. Namun yang terpenting adalah adanya kemauan dalam diri kita untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan. Sebab dengan memiliki kepribadian ini bukan hanya dapat mempengaruhi kesehatan jasmani dan ruhani orang yang memilikinya, akan tetapi ia juga akan mendapatkan orang lain merasa nyaman berada di sisinya. Maka dari itu, memiliki kepribadian yang menyenangkan bukan saja harus dimiliki oleh seorang dai yang setiap hari tugasnya adalah menyampaikan risalah dakwah kepada masyarakat, namun juga oleh siapapun, dan pada profesi apapun. Sebab hakekatnya manusia di manapun sama, ia akan tertarik kepada sesuatu yang ia lihat menyenangkan, dan akan lari dari sesuatu yang terlihat menjengkelkan.&lt;/span&gt;   &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Betapa senangnya hati kita, ketika kita mendapatkan banyak orang yang menghargai kita, menghormati kita, memperdulikan kita, namun bukan karena ada apa-apanya, tetapi semata-mata karena memang kita memiliki kepribadian yang menyenangkan. Sungguh sangat sengsara seseorang yang selalu mendapatkan pujian orang banyak, sanjungan, perhatian, penghargaan, dan lain-lain, hanya karena orang-orang tersebut takut akan ketidakstabilan emosinya yang kemungkinan bakal mengancam masa depan hidupnya. Percayalah bahwa semua hal yang ia dapatkan berupa sanjungan itu hanyalah semu belaka dan tidak akan bertahan lama. Hal ini karena pujian itu tidak keluar dari dalam hati yang paling dalam, karena ia muncul bersamaan dengan adanya kepribadian yang tidak menyenangkan.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam kesempatan ini, akan saya sampaikan bagaimana cara islami memiliki kepribadian yang menyenangkan, semoga dapat merubah hidup kita menjadi lebih dicintai oleh manusia semata-mata karena mereka merasa nyaman berada di sisi kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;1. Memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Salah satu sifat seorang muslim yang berjiwa besar adalah, dalam dirinya selalu tersimpan rasa ingin selalu berkhidmat kepada orang lain dan bukan meminta dikhidmati oleh orang lain. Karena ia merasa yakin bahwa sebanyak itu ia memberikan perhatian kepada orang, sebanyak itu pula ia akan mendapatkan perhatian dari orang lain. Orang lain tak ubahnya sebagai refleksi dari pada diri kita sendiri. Pepatah melayu mengatakan, &lt;em&gt;"jika buruk wajah jangan lalu cermin yang dipecah" &lt;/em&gt;tetapi perbaikilah bentuk dan raut wajah, niscaya cermin itu dengan sendirinya akan mengeluarkan pantulan yang indah.&lt;em&gt; Nah,&lt;/em&gt; salah satu yang dapat memantulkan bayangan indah dari cermin orang lain itu adalah prilaku kita yang senantiasa ingin memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan orang lain. Tidak ada yang dapat membahagiakan hati kita, kecuali jika kita telah benar-benar membantu dan meringankan beban orang lain, tentu dengan satu keyakinan bahwa Allah Swt. akan senantiasa meridoi segala apa yang kita perbuat. Ada satu hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Dawud, di mana Nabi Saw bersabda, &lt;em&gt;"Barangsiapa yang diserahi amanat untuk mengurus kebutuhan umat, namun ia lalai atau tidak memperdulikan kebutuhan, kepentingan dan keterdesakan mereka, maka Allah swt. akan memperlakukannya sama dengan tidak akan memperdulikan kebutuhan, kepentingan dan keterdesakannya di akherat kelak". &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;2. Lemah lembut dan dapat mengontrol emosi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam hidup ini, terkadang dalam hati kita sudah tertanam untuk tidak melakukan perbuatan buruk yang bakal merugikan orang lain, namun perbuatan buruk itu bisa jadi muncul dari orang lain. Ada saja perbuatan orang lain yang membuat kita merasa jengkel dan panas hati, boleh jadi perbuatan tersebut disengaja atau tanpa disadarinya. Seseorang yang memiliki kepribadian yang menyenangkan, ia tidak lantas main hantam dan menyalahkan secara kasar. Namun yang ia lakukan adalah memberikan masukan secara bijak dan penuh kearifan. Boleh jadi dengan kearifannya ini akan membekas di hati orang yang berbuat salah kepadanya, sehingga di hari kemudian orang tadi menjadi orang yang selalu merasa takut berbuat kesalahan sekecil apapun berkat nasehat dan masukan yang arif tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sungguh besar pahala kita jika kita mampu merubah jalan hidup orang lain hanya semata-mata sikap lemah lembut dan kemampuan kita mengontrol emosi itu. Ketimbang, jika yang kita lakukan adalah memaki dan memarahinya seolah-oleh tidak ada kata maaf dan introspeksi dalam kamus diri kita. Rosulullah Saw. adalah tauladan yang paling baik, bagaimana beliau bersikap terhadap orang 'ndeso' yang pernah menjambak selendang beliau di tengah orang banyak secara kasar, sampai-sampai akibat jambakan tersebut leher Rosulullah merah memar. Lalu orang itu dengan keras berkata, &lt;em&gt;“Wahai Muhammad beriakanlah sebagian harta yang kau miliki&lt;/em&gt;...” Para Sahabat yang ada di sekitar nabi ingin marah, tapi sikap rasulullah ketika itu malah memberikan senyumannya kepada orang itu, lalu dengan penuh kasih sayang beliau berikan seledang yang beliau punya kepada orang tadi.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;3. Mampu memberikan &lt;em&gt;reward &lt;/em&gt;dan empatik kepada orang lain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Salah satu ciri orang yang memiliki kepribadian yang menyenangkan adalah ia mudah memberikan &lt;em&gt;reward &lt;/em&gt;atau penghargaan berupa pujian tulus kepada orang yang telah berbuat baik sekecil apapun. Kata-kata seperti, &lt;em&gt;"oh, memang betul-betul hebat kamu yah,&lt;/em&gt; atau, &lt;em&gt;"wah, coba kalau tidak ada kamu tadi, bisa lain urusannya",&lt;/em&gt; dan lain-lain yang menggambarkan bahwa kita benar-benar dapat menghargai karyacipta orang lain. Coba kita bandingkan dengan ungkapan berikut, &lt;em&gt;"ah, kalau &lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu sih siapa juga bisa",&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;"yah, lumayan lah nggak jelek-jelek banget sih" &lt;/em&gt;dan yang semisalnya. Betapa kata-kata ini menampakkan kita belum dapat menghargai apa yang dilakukan orang lain. Coba kita lihat bagaimana Rosulullah ketika ada sesorang yang sedang bicara dengannya, maka dengan penuh khusuk beliau hadapkan badan, telinga, dan matanya untuk memperhatikan lawan bicaranya, dan tidak pernah beliau memotong pembicaraan orang tersebut, sampai ia benar-benara telah selesai dari pembicaraannya. Hal ini betapa beliau mengajarkan kepada kita untuk selalu menghargai orang lain, dan inilah caranya agar kita dapat memiliki kepribadian yang menyenangkan sehingga orang lain merasa nyaman berada di sisi kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;4. Tidak membuang muka kepada orang yang suka maksiat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam lingkungan kita terkadang ada orang yang dianggap sampah masyarakat. Kegemarannya adalah mencari keonaran dan membuat kerusuhan dalam masyarakat. Banyak orang yang dalam menghadapi orang semcam ini, malah mengucilkannya. Sampai-sampai ada kesepakatan untuk tidak melakukan hubungan dengan orang tersebut. Sebagai seorang muslim yang kuat, yang tentunya memiliki keyakinan akan adanya kebaikan dalam diri orang tersebut, kita tidak boleh lekas-lekas memutuskan hubungan dengannya. Akan tetapi kita berusaha untuk selalu mencari celah mengajaknya kembali kepada jalan yang benar. Bahkan harus kita ciptakan strategi yang membuatnya dapat luluh untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang tercela itu. Terkadang untuk mewujudkan hasil ini, perlu sesekali kita mengikuti dunia hitam yang orang itu geluti seperti dunia malam, hiburan, perjudian, dll…namun ada satu misi yang kita tuju, yaitu kita akan merubah jalan hidup orang tersebut sekiranya kita telah berhasil meraih hati orang tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span&gt; satu contoh yang menarik dari cara dakwah seorang wali songo yang ikut menggunakan wasilah musik dan kesenian daerah untuk dijadikan sarana dakwah, ia gunakan wasilah yang sama namun isi dari pertunjukan itu ia rubah menjadi nada-nada dakwah kepada jalan Allah. Berapa banyak orang yang awalnya tidak tau agama lalu menjadi tertarik dengan ajaran agama dengan cara seperti itu. Kuncinya adalah, agar kita tidak lekas memandang sebelah mata terhadap orang-orang yang kadung dianggap sebagai sampah masyarakat.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;5. Tidak bersikap angkuh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Banyak orang mengira bahwa dengan bersikap angkuh akan menjadikan diri kita disegani oleh orang lain, yang betul justru sebaliknya orang akan enggan bergaul dengan kita. Dalam realitas hidup bisa jadi ada orang yang merasa minder melihat kesuksesan hidup yang diraih oleh kita misalnya, rasa minder ini lalu akan melahirkan rasa rendah diri dan kurang bersahabat dengan kita. Pada saat inilah kita perlu menunjukkan sikap rendah hati kita untuk memulai mencairkan kondisi dengan bersikap ramah dan tawadu kepada mereka. Hal ini pula yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, ketika ada seseorang yang hendak menghadap kepada beliau untuk suatu keperluan, namun karena besarnya wibawa rasulullah maka orang tersebut menjadi gugup dan tidak percaya diri, dengan santun kanjeng Nabi berkata, &lt;em&gt;"santai saja, Aku bukanlah Malaikat, aku hanyalah seorang anak ibu dari suku Quraisy yang juga sama-sama makan bubur nasi".&lt;/em&gt; Sikap tawadu inilah yang membuat suasana menjadi cair dan berjalan normal, sehingga orang lain merasa senang berada disisi kita. Lalu coba kita bedakan dengan sikap syetan yang berkata, &lt;em&gt;"sesungguhnya Aku lebih mulia dari Adam, karena aku diciptakan dari api, sedang Adam dari tanah,"&lt;/em&gt; (Q.S. Shad:76).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;Demikianlah di antara cara bagaimana memiliki kepribadian yang menyenangkan, semoga dengan bekal cara ini kita dapat memperoleh target dari sebuah pergaulan hidup yaitu menyebarkan keindahan-keindahan ajaran Allah Swt, baik dengan cara lisan maupun dengan amal perbuatan. Siapa tau, banyak orang yang tertarik kepada Islam bukan hanya disebabkan keindahan ajarannya saja, namun karena ketertarikan mereka kepada perangai yang menyenangkan dari yang kita miliki itu. &lt;em&gt;Amin ya Rabbal ‘Alamin. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/411470204131987405-4170580797682645360?l=arini-nh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arini-nh.blogspot.com/feeds/4170580797682645360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/kepribadian-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4170580797682645360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/411470204131987405/posts/default/4170580797682645360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arini-nh.blogspot.com/2009/05/kepribadian-islam.html' title='Kepribadian Islam'/><author><name>Arini NH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12694231150657779883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_186CdgGq-tg/SlctPfP4OjI/AAAAAAAAAJE/x4Gdb5gT0aU/s1600-R/FakhriFakhiraMam.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
